Perang Ukraina Rusia

Amerika Serikat Siap Boikot Pertemuan G20, Presiden Joe Bidan Minta Agar Rusia Dikeluarkan

Rusia harus dikeluarkan dari G20 dan pihaknya siap memboikot sejumlah pertemuan G20 jika pejabat negeri Beruang Merah itu tetap diizinkan hadir.

Kompas.com
Presiden AS Joe Biden meminta agar Rusia dikeluarkan dari G20. 

TRIBUNTANGERANG.COM, LONDON – Sikap keras dan tegas ditunjukkan oleh Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen terkait pertemuan G20 di Bali.

Janet Yellen mengatakan, Rusia harus dikeluarkan dari Kelompok 20 (G20) dan pihaknya siap memboikot sejumlah pertemuan G20 jika pejabat negeri Beruang Merah itu tetap diizinkan hadir.

Yellen mengajukan pernyataan tentang masa depan Rusia di G20 pada sidang Komite Jasa Keuangan DPR AS.

Video: Serangan Militer Rusia Telah Tewaskan Ratusan Warga Ukraina

Pernyataan itu muncul setelah invasi brutal Rusia ke Ukraina dan setelah diketahui kemungkinan adanya kejahatan perang oleh pasukan Rusia di Bucha, pinggiran dekat ibukota Kyiv.

“Presiden Biden menjelaskan, dan saya tentu setuju dengannya, bahwa itu tidak bisa menjadi bisnis seperti biasa bagi Rusia di lembaga keuangan mana pun,” kata Yellen yang dikutip oleh independent.co.uk,Minggu (10/4/2022).

“Dia meminta agar Rusia dikeluarkan dari G20, dan saya telah menjelaskan kepada rekan-rekan saya di Indonesia bahwa kami tidak akan berpartisipasi dalam sejumlah pertemuan jika Rusia ada di sana,” tambahnya.

Baca juga: Acara G20 Batal Digelar di Bali Dipindah ke Jakarta, Wagub Ariza: DKI Fokus Banjir dan Omicron

Baca juga: Perhumas Ikut Sukseskan Pertemuan G20 Melalui Indonesia Bicara Baik

Indonesia memegang presidensi G20 tahun ini dan akan menjadi tuan rumah pertemuan keuangan pada bulan Juli tahun ini serta pertemuan puncak para pemimpin di Bali pada bulan November.

Di sisi lain, pihak Rusia mengatakan Vladimir Putin bermaksud menghadiri KTT akhir tahun ini.

“Indonesia, pada dasarnya, tidak dapat menolak atau mengusir anggota G20,” kata seorang pejabat yang mengetahui masalah tersebut seperti dikutip oleh Reuters.

South China Morning Post melalui juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS mengatakan Gedung Putih telah membahas situasi dengan Indonesia dan negara-negara G20 lainnya dan akan melihat lebih dekat apakah akan berpartisipasi atau tidak saat KTT semakin dekat.

Sementara itu, Indonesia mengatakan pada awal Maret pihaknya bermaksud untuk tetap tidak memihak. Seorang pejabat Indonesia kemudian mengatakan presiden Rusia telah menerima undangan ke KTT tetapi belum mengambil keputusan.

Baca juga: Jelang Digelarnya KTT G20 Digelar di Bali, Erick Thohir Pastikan Kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai

“Indonesia mempersiapkan yang terbaik sebagai presidensi G20 sambil memantau secara ketat dan aktif mencari solusi di Ukraina,” kata Mahendra Siregar, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia. 

PM Kanada Ingatkan Jokowi agar Tak Izinkan Vladimir Putin di Acara G20

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved