Investasi

Jangan Boros! Alokasikan Sebagian THR untuk Investasi

Salah satu yang ditunggu-tunggu menjelang Lebaran adalah adanya Tunjangan Hari Raya (THR), diberikan paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran

Tribunnews.com
Ilustrasi-- uang 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Salah satu yang ditunggu-tunggu menjelang Lebaran adalah adanya Tunjangan Hari Raya (THR).

Biasanya pekerja atau karyawan akan menerima THR baik mendekati hari raya ataupun sejak awal Ramadan, karena berdasarkan peraturan pemerintah, paling lambat THR diberikan ke karyawan tujuh hari sebelum Lebaran.

Sayangnya, masyarakat seringkali tidak mampu mengelola dengan baik bonus tahunan seperti THR, karena banyak yang tiba-tiba menjadi lebih boros setelah menerima THR.

Terlebih, budaya menyambut Lebaran biasanya merogoh kocek yang cukup dalam, dimulai dari membeli pakaian baru, biaya konsumsi lebaran, kiriman parsel, hingga berbagi angpao.

Baca juga: THR Tak Boleh Dicicil, Berikut Ini Ketentuan Pemberian THR Lebaran 2022 dan Cara Menghitungnya

Ada juga yang menggunakan THR untuk membayar utang dan biasanya tidak banyak yang menggunakan THR untuk kegiatan menabung dan investasi.

Manuel Adhy Purwanto selaku Head of Advisory & Investment Connoisseur Moduit mengatakan, perencanaan dan Pengelolaan keuangan menjadi sangat penting, agar THR benar-benar dapat bermanfaat dengan optimal.

Perencanaan dalam anggaran kas, skala prioritas dan membagi pengeluaran dalam persentase tertentu menjadi faktor penting dalam kesuksesan pengelolaan THR.

Ia menjelaskan, sebagai ilustrasi, bisa menggunakan 30 persen dari THR untuk membayar kewajiban dan maximal 30 persen untuk berbelanja kebutuhan Lebaran.

Baca juga: Menaker Ida Fauziyah Ingatkan THR Harus Dibayar Paling Lambat H-7 Hari Raya

Lalu alokasikan sebanyak 20 persen untuk dana darurat untuk pengeluaran tak terduga sehingga tidak mengganggu cashflow bulanan.

Sedangkan 20 persen lainnya dialokasikan untuk investasi agar untuk kebutuhan keuangan  di masa depan.

"Salah satu cara yang cukup mudah untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan adalah dengan investasi Reksa Dana," kata Adhy, Minggu (10/4/2022).

Dimana dana investasi kita dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam aset-aset keuangan seperti saham, obligasi dan pasar uang.

Baca juga: KABAR Terkini Rencana PNS Akan Terima Gaji Rp 9 Juta hingga Jadwal Pencairan Gaji 13 dan THR

Untuk tujuan keuangan jangka pendek dan menegah, bisa memilih Reksa Dana pasar uang dan pendapatan tetap.

Sementara untuk tujuan jangka panjang, investasi Reksa Dana campuran dan saham bisa menjadi pilihan.

Namun tetap sesuaikan dengan profil risiko kita masing-masing.

Membeli Reksa Dana dapat dilakukan secara mudah melalui platform digital seperti Moduit yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (*)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved