Jumat, 10 April 2026

Mudik 2022

Jasa Marga Prediksi Volume Kendaraan Mudik Mencapai 2,54 Juta Kendaraan

Jasa Marga memprediksi volume kendaraan selama masa mudik Lebaran 2022 mencapai 2,54 juta kendaraan atau naik 12,9 persen dari kondisi normal

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Dok. Tribun Jabar/Siti Masithoh
Antrean kendaraan di gerbang tol Palimanan di Jalan Tol Cipali, Jawa Barat, Mei 2019. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Jasa Marga mulai melakukan sejumlah persiapan menjelang pekan mudik Idul Fitri tahun 2022.

Periode mudik lebaran kali ini bakal berlangsung 25 April sampai dengan 10 Mei 2022.

Jasa Marga memprediksi volume kendaraan diperkirakan bakal menembus angka 2,54 juta kendaraan.

“Angka tersebut naik 10,8 persen dari jumlah kendaraan periode normal November 2021. Dengan prediksi puncak arus mudik jatuh pada Jumat, 29 April 2022,” ungkap Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru, Selasa (12/4/2022).

Baca juga: Kebakaran Hebat Bengkel Motor di Warakas, Lima Orang Penghuni Tewas Terpanggang

Ia melanjutkan, untuk prediksi jumlah kendaraan masuk wilayah Jabotabek pada periode yang sama adalah sebanyak 2,57 juta kendaraan.

Angka ini naik 12,9 persen dari jumlah kendaraan periode normal November 2021, dengan prediksi puncak arus balik jatuh pada Minggu, 8 Mei 2022.

Dwimawan mengatakan, angka prediksi tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Utama yaitu GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Trans Jawa dan Bandung), GT Ciawi (arah Puncak), dan GT Cikupa (arah Merak).

Baca juga: JANGAN Khawatir Mudik Lewat Jalan Arteri dan Alternatif, Pemkab Karawang Jamin Semua Aspal Mulus

Jasa Marga telah mematangkan berbagai strategi dan kesiapan layanan operasi.

Sejumlah upaya untuk meningkatkan kapasitas lajur saat ini terus dikejar oleh Jasa Marga.

Di antaranya adalah memfungsikan pelebaran satu lajur di sepanjang Kilometre (Km) 61 sampai dengan Km 50 Jalan Tol Jakarta Cikampek arah Jakarta (dari tiga lajur menjadi empat lajur), serta mempersiapkan jalur alternatif Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Sadang sampai dengan Kutanegara sepanjang 8 Km.

Baca juga: Denny Siregar Diingatkan Agar Hati-hati saat Bepergian, Dianggap Public Enemy seperti Ade Armando

"Fungsional Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan merupakan alternatif pada arus balik jika terjadi kepadatan di Simpang Susun Dawuan yang merupakan titik pertemuan arus lalu lintas dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Cipularang," papar Dwimawan.

"Namun jalur ini perlu diantisipasi oleh masyarakat karena akan keluar di jalan arteri Karawang Timur, kemudian melanjutkan kembali masuk ke jalan tol melalui GT Karawang Timur dan GT Karawang Barat," katanya.

Dwimawan menambahkan, berdasarkan hitungan V/C Ratio (perbandingan kendaraan dengan kapasitas lajur) yang melebihi dari kondisi normal, maka rekayasa lalu lintas dibutuhkan untuk memaksimalkan kapasitas seperti contraflow, one way, ramp check, dan pelaksanaannya adalah merupakan dikresi kepolisian. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved