Edukasi

Tips Aman Berpuasa Bagi Penderita Diabetes dan Hipertensi, Bila Ada Larangan Harus Dipatuhi

Tips Aman Berpuasa Bagi Penderita Diabetes dan Hipertensi, Bila Ada Larangan dari dokter Harus Dipatuhi untuk hindari hal fatal.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Lilis Setyaningsih
pexels/photomix-company
Pengukuran berkala sangat penting untuk penyandang diabetes melitus 

TRIBUNTANGERANG.COM, DEPOK - Selain menjadi ibadah wajib yang harus dilaksanakan bagi seorang muslim, berpuasa saat Ramadan, berpuasa juga memberikan manfaat kesehatan.

Tapi ada beberapa orang dengan kondisi tertentu yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa. 

Pada penderita diabetes dan hipertensi contohnya.

Pada orang dengan penyakit diabetes biasanya dilarang berpuasa karena akan membuat gula darah dan kadar insulin mereka tidak terkontrol.

Namun dengan langkah tertentu, mereka yang mengalami diabetes maupun hipertensi tetap bisa berpuasa dengan aman. Lalu, bagaimana cara agar penderita diabetes dan hipertensi bisa berpuasa dengan aman?

Baca juga: Obesitas Tidak Hanya Masalah Estetika, Tetapi Erat Hubungannya dengan Masalah Kesehatan yang Serius

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUI dr. Livy Bonita Pratisthita, Sp.PD mengatakan, bagi penderita diabetes maupun hipertensi, sebelum memulai ibadah puasa sebaiknya pasien melakukan konsultasi ke dokter untuk mengetahui tingkat keamanan dari kondisi tubuh pasien ketika menjalani puasa. 

Sehingga dokter perlu melakukan penyesuaian selama Ramadan terhadap kondisi tubuh pasien.

“Mereka perlu konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum Ramadan mulai, sekitar sebulan sampai dua bulan sebelumnya, jangan terlalu mepet sebelum Ramadan supaya dokter bisa menilai bisa nggak ya penderita diabetes dan hipertensi ini berpuasa, atau aman nggak bagi tubuh pasien jika berpuasa,” ungkap dr. Livy dalam Talkshow Ask The Expert yang tayang Live di Instagram RSUI, Selasa (12/4/2022).

Dr. Livy menyebutkan, saat puasa kondisi metabolisme dalam tubuh berubah karena pola makan yang berubah, yakni hanya dua kali pada saat buka dan sahur.

Baca juga: Ada Hubungan Konsumsi Garam dan Obesitas

“Antara buka dan sahur juga waktunya pendek, lalu durasi puasa lebih panjang, makan itu lebih ditutup pada malam hari jadi metabolismenya berubah semua apalagi gula darah,” sebutnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved