Ramadhan

Garuda Indonesia Tanggapi soal Biaya Tambahan Tiket Pesawat Mudik Lebaran

Garuda Indonesia Group menyikapi secara positif kebijakan pemerintah tentang penyesuaian biaya pada angkutan pesawat dala negeri.

Garuda Indonesia
Garuda Indonesia Group menerima kebijakan pemerintah soal penyesuaian biaya (fuel surcharge) angkutan pesawat dalam negeri. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pemerintah mengizinkan maskapai penerbangan untuk menyesuaikan biaya (fuel surcharge) pada angkutan pesawat dalam negeri.

Garuda Indonesia Group dengan layanan penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink menyikapi secara positif kebijakan tersebut.

Kebijakan itu dikeluarkan Kementerian Perhubungan RI melalui Keputusan Menteri Perhubungan No 68 Tahun 2022 tentang Biaya Tambahan Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar avtur berdampak signifikan terhadap komponen cost structure tiket penerbangan. 

Oleh karena itu penerapan kebijakan fuel surcharge pada komponen harga tiket pesawat ini menjadi langkah konstruktif atas fokus pemulihan ekosistem industri penerbangan.

Salah satunya sangat dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi seperti  fluktuasi harga bahan bakar.

Baca juga: Garuda Indonesia Group Siapkan 855.199 Kursi Mudik Lebaran Periode 25 April-10 Mei 2022

Baca juga: Garuda Indonesia Online Travel Fair 2022 Beri Diskon Tiket Pesawat hingga 70 Persen

"Kebijakan fuel surcharge tersebut tentunya akan kami sikapi secara cermat dan seksama dengan memperhatikan fluktuasi harga bahan bakar avtur terhadap kebutuhan penyesuaian komponen cost structure untuk fuel surcharge pada tiket penerbangan," ujar Irfan Setiaputra, Rabu (20/4/2022).

Menurutnya, tentunya tetap mengedepankan pemenuhan kebutuhan pengguna jasa atas aksesibilitas layanan penerbangan dengan harga kompetitif, terutama saat mudik Lebaran ini.

"Dapat kami sampaikan bahwa adanya kebijakan fuel surcharge ini akan mengacu pada jangka waktu yang telah ditentukan oleh Kementerian Perhubungan RI, yang akan terus kami evaluasi secara berkala atas kebutuhan penerapan fuel surcharge tersebut," kata Irfan Setiaputra.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved