Lifestyle

Mencari Caregiver, Perawat, dan Babysitter Tinggal Klik di Lovecare

Lovecare Indonesia adalah marketplace pertama di Indonesia yang menyediakan aplikasi penyedia jasa profesional kesehatan, seperti perawat, caregiver

istimewa
LoveCare didirikan pada tahun 2019 di Jakarta oleh Veronica Tan, Annette Anhar, Susan Nio, Dr. Venita Eng, dan Renold Sutadi. 

"Kami membuat standarisasi proses rekrutment para mitranya, sehingga jelas apa kompetensinya, bersedia bekerja di lokasi mana, jangka panjang atau pendek, masuk level mana dan berapa fee-nya. Sehingga kemudian customer bisa tinggal klik, otomatis mencocokkan dan personalisasi kebutuhannya dengan mitra-mitra yang memang sesuai pada saat pemesanan melalui aplikasi," papar Susan.

Maka lahirlah marketplace LoveCare yang segera ditawarkan pada masyarakat.

Saat ini sudah ribuan mitra dari berbagai wilayah Indonesia yang mendaftar menjadi mitra LoveCare, namun yang lolos tes hanya 20 persen.

Baca juga: Tinggal Klik, Aplikasi yang Mudahkan Mengakses Kesehatan untuk Hewan Peliharaan

"LoveCare memastikan tiga faktor penting yang wajib dimiliki mitra LoveCare, yaitu Kompetensi, Mental, dan Hati  atau disingkat Komet," lanjutnya.

Saat ini ada 200 mitra yang tersebar di lebih dari 50 kota dan kabupaten Indonesia.

Detailnya, caregiver sekitar 40 persen, perawat 30 persen, babysitter 7 persen, dan selebihnya dokter, bidan, dan terapis. 

Di akhir April dan Mei LoveCare akan melakukan roadshow ke daerah-daerah untuk rekruitmen mitra Caregiver LoveCare.

Baca juga: Sepak Terjang Relawan Operasi Semut JIS, dari Disuruh-suruh Penonton Hingga Pulang Pagi, Cari Apa?

LoveCare Indonesia langsung disambut baik, karena banyak orang membutuhkan tenaga-tenaga yang disediakan LoveCare Indonesia.

Salah satunya adalah 'generasi sandwich' yang harus mengurus keluarga mereka sendiri, tetapi juga harus mengurus orangtua dalam waktu bersamaan.

Roslina Verauli, Psikolog klinis anak, remaja, & keluarga,  mengatakan, keberadaan ‘generasi roti lapis’ atau ‘sandwich generation’ tak dipungkiri merupakan beban berat bagi orang dewasa, terutama bagi perempuan bekerja saat ini.

Umumnya, anak perempuan dalam keluarga, terutama di Asia, dituntut untuk lebih available terlibat dalam
pengasuhan orangtua yang sudah lanjut usia dibandingkan anak laki-laki. 

Baca juga: Aplikasi JAKI Raih Penghargaan Digital Innovation Award 2022 kategori Disaster Risk Reduction. 

"Padahal, perempuan dalam rumah tangga juga dituntut untuk memiliki peran yang lebih besar dalam pengasuhan anak-anaknya. Tak heran bila kebutuhan akan 'in-home non-relative care,' seperti; perawat, caregiver, nanny, semakin dirasa penting," lanjut Verauli.

Tentu saja kebutuhan tiap keluarga dan rumah tangga akan sangat bervariasi.

"Itulah sebabnya, keberadaan marketplace yang mampu memberikan intervensi yang trust-based dalam bentuk program pelatihan yang berguna menjadi sangat penting," kata Verauli.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved