Rabu, 29 April 2026

Ramadan 2022

Rezeki dari Jualan Kelapa di Antrean Mobil Pelabuhan Merak

Musim mudik adalah waktu yang ditunggu pedagang musiman untuk mengais rezeki. 

Tayang:
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Tangerang/Yolanda Putri Dewanti
Sueb mengais rezeki dengan berjualan kelapa di Pelabuhan Merak Banten, Rabu (27/4/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM PULOMERAK -- Musim mudik adalah waktu yang ditunggu pedagang musiman untuk mengais rezeki. 

Seperti Sueb, pria yang berasal dari Tembulung ini nampak memikul 8 buah kelapa, yang terdiri dari 4 buah kelapa muda dan 4 kelapa tua.

Bermodalkan batang kayu dan dua tali tambang yang ia rangkai untuk menampung beban buah kelapa, Sueb berjalan mengelilingi antrean mobil pemudik yang berada di pintu Terminal Executive Merak, Banten, Rabu (27/4/2022) siang.

Ditemui Wartakotalive.com, dirinya mengungkapkan rasa syukur masih bisa mencari rezeki di kala jelang hari menuju Lebaran.

Baca juga: Pecahan Rp5.000 Paling Laris di Penukaran Uang Jalanan, Keuntungannya Tidak Recehan


"Saya dari pegunungan kampung Tembulung. Namanya juga orang kampung kalau mau kerja lainnya nggak ada, saya maunya cari yang halal saja," ucap Sueb sembari sesekali mengusap keringat di pelipisnya.

Walaupun ini kelapa dapat beli yang penting saya nggak dikejar-kejar orang. Saya dagang yang halal, jadi bisa membiayai makan anak istri," imbuhnya

Sueb mengatakan, perharinya ia membawa 50 buah kelapa yang dibelinya di kawasan pegunungan sekitaran Pelabuhan Merak.

Adapun kisaran harga yang ditawarkan Rp10.000 - Rp.20.000 per buah. 

Sueb mengais rezeki dengan berjualan kelapa di Pelabuhan Merak Banten, Rabu (27/4/2022).
Sueb mengais rezeki dengan berjualan kelapa di Pelabuhan Merak Banten, Rabu (27/4/2022). (Tribun Tangerang/Yolanda Putri Dewanti)


"Alhamdulillah ada saja yang beli, saya bawa dari gunung itu kadang-kadang ada 50 ada juga 30. Tapi, bukan saya panggul itu, pakai motor terus di sini di tampung dikelilingi segini-segini saja yang saya bawa," jelas dia.

Demi membiayai kedua anaknya untuk sekolah, Sueb rela berjualan apa saja yang penting halal.

Sebelumnya, ia juga sempat menjadi kuli proyek bangunan.

"Kalau sebelumnya sama ya, tapi bukan di terminal jadi di kampung-kampung saja. Kalau misalnya nggak jualan, saya sempat jadi kuli proyek-proyek bangun perumahan," ucap dia.

Baca juga: Masa Panen Bus Antarkota Tidak Sampai ke Angkot, Sopir Trayek Tanjung Pura-Klari Mengeluh Sepi

Hingga sampai siang ini, dagangan Sueb laku sebanyak 15 buah.

Banyak pemudik yang ingin melepaskan dahaga sebab cuaca panas dan antrean yang begitu panjang.

"Sudah laku 15 buah, saya dagang dari pagi sampai jam 5 sore nanti," jelas dia.

Ia berharap dengan mengais rezeki pada momen lebaran ini, dapat membiayai anaknya yang masih sekolah.

"Semoga bisa nambah penghasilan, nambahin buat anak sekolah," tutur dia. (m27)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved