Korupsi

Rugikan Negara Rp 1 Miliar Lebih, Mantan Pejabat Dinas Pertanian Karawang Ditahan Kejari Karawang

Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menahan dan menetapkan tersangka kasus korupsi pembangunan DAM parit, Us (60), pada Jumat (13/5/22).

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Lilis Setyaningsih
istimewa
Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menahan dan menetapkan tersangka kasus korupsi pembangunan DAM parit, Us (60), pada Jumat (13/5/22). 

TRIBUNTANGERANG.COM, KARAWANG----- Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menahan dan menetapkan tersangka kasus korupsi pembangunan DAM parit, Us (60), pada Jumat (13/5/22).

Tersangka melakukan tindak pidana korupsi proyek anggaran tahun 2018 dari Kementerian Pertanian senilai Rp 9 miliar untuk pembangunan DAM parit di Karawang.

Dari perbuatannya itu negara dirugikan sebesar Rp 1,046 miliar.

"Iya benar kami telah menahan dan menetapkan tersangka saudari Us atas kasus tindak pidana korupsi terkait pembangunan DAM," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Martha Parulina Berliana saat ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri Karawang, pada Jumat (13/5/2022).

Baca juga: KPK Tetapkan Wali Kota Ambon Sebagai Tersangka Kasus Suap Izin Minimarket

Martha didampingi Kasipidsus Karawang, Dani menerangkan, penetapan tersangka setelah pihaknya memeriksa 172 orang saksi dan 8 saksi ahli.

Dari keterangan saksi-saksi itu, tersangka meminta uang pungutan dari bantuan pembangunan DAM parit dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pertanian yang diberikan kepada 109 kelompok tani di Karawang.

"109 kelompok tani ini diberikan anggaran Rp 50-90 juta, pada tataran pelaksanaannya terjadi pungutan-pungutan dilakukan beberapa orang. Dan berdasarkan keterangan mereka mengaku disuruh oleh tersangka Us," ungkapnya.

Dijelaskan Martha, pungutan itu tak hanya dilakukan oleh anak buahnya. Tersangka juga beberapa kali turut secara langsung melakukan pungutan tersebut.

Baca juga: Kejari Kota Tangerang Sebut Bakal Ada Tersangka Tambahan Terkait Kasus Korupsi Pasar Lingkungan 

Pungutan dilakukan ada yang dipotong usai anggaran itu ditransfer langsung dari Kementerian Pertanian ke rekening kelompok tani, ada juga yang diantarkan diserahkan langsung.

"Dari semua saksi-saksi yang diperiksa itu semua mengarah ke tersangka. Jadi aktor intelektual yang kami cari tidak kami temukan selain tersangka," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved