Kecelakaan Rombongan Ziarah

Bus Alami Gangguan Rem di Turunan, Rombongan Ziarah Serukan Takbir dan Jerit Ketakutan

Korban selamat kecelakaan bus peziarah di Panjalu, Ciamis, mengungkapkan detik-detik bus mengalami kecelakaan dan menewaskan empat orang.

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Tribun Jabar/Andri M Dani
Warga Balaraja, Kabupaten Tangerang, yang mengalami luka-luka dalam kecelakaan bus peziarah di Panjalu, Ciamis, Sabtu (20/5/2022) petang. 

TRIBUNTANGERANG.COM, CIAMIS --  Kecelakaan maut terjadi di dekat Panjalu, Kabupaten Ciamis, Sabtu (21/5/2022) petang. Kecelakaan dialami rombongan ziarah dari Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Dalam kecelakaan tersebut, bus pariwisata DK 7307 WA yang mengangkut warga Balaraja mengalami gangguan sistem pengereman. Ketika bus memasuki jalanan menurun, rem tidak berfungsi.

Bus meluncur tak terkendali, menabrak kendaraan lain, dan berhenti setelah menabrak rumah Mashuri, warga setempat.

Kecelakaan terjadi ketika bus bergerak meninggalkan Panjalu untuk memulai perjalanan ke pemberhentian ketiga atau terakhir di Pamijahan, Tasikmalaya.

Kecelakaan ini menewaskan empat orang sedangkan 43 orang lainnya menderita luka-luka.

Korban tewas terdiri atas seorang penumpang bus dan tiga pengguna jalan yang tertabrak ketika bus melaju tak terkendali. Ketiga pengguna jalan terdiri atas dua warga Ciamis dan satu warga Tasikmalaya.

Dari puluhan penumpang bus yang mengalami luka-luka, tiga di antaranya dirawat di RSUD Ciamis. Mereka merupakan satu keluarga yakni M Suhada (64), Ny Solihat (47) serta anak mereka, Husna, balita usia 4 tahun.

Suhada mengalami luka-luka di kepala sehingga harus menerima banyak jahitan. Sedangkan Solihat dan anaknya hanya mengalami luka ringan.

Solihat menjelaskan, rombongan ziarah berangkat dari Balaraja pada Jumat (20/5/2022) sekitar pukul 23.00. Rombongan beranggotakan sekitar 120 orang dan menggunakan dua bus.

Lokasi ziarah di Cirebon jadi pemberhentian pertama. Selanjutnya, mereka menuju Situ Lengkong Panjalu di Ciamis.

"Tujuan pertama Cirebon, setelah itu langsung ke Situ Lengkong Panjalu, terakhir ke Kian Santang," tutur Solihat kepada Tribun di ruang IGD RSUD Ciamis.

Saat matahari jatuh ke peraduan, rombongan bergerak menuju makam Prabu Kian Santang di Pamijahan, Tasikmalaya.

Bus baru beberapa saat melaju ketika sampai di jalanan menurun. Saat itulah, Solihat merasa laju bus terlalu kencang dan tidak terkendali.

Sopir pun menyerukan situasi genting yang dia hadapi. "Penumpang jadi panik begitu sopir ngasih tahu remnya blong. Saya sama suami dan anak, duduk di jok paling depan. Ya, jelas panik. Banyak yang baca-bacaan, takbir," kata warga Sukamulya, Balaraja, tersebut.

Laju bus yang tidak terkendali baru terhenti setelah menabrak rumah warga. “Sepertinya tidak ada penumpang yang terlempar ke luar. Saya sama suami dan anak masih berada di dalam bus. Kemudian ditolong oleh warga,” katanya.

Informasi yang diperoleh Tribun, saat bus melaju tak terkendali karena rem blong, bus menabrak tiga mobil, terdiri mobil yang parkir di bengkel dan mobil yang melaju di jalanan.

Bus juga menghajar tiga sepeda motor, menerjang warung, dan berhenti setelah menabrak rumah Mashuri. (*)

Sumber: TribunJabar.id 

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved