Jumat, 17 April 2026

Berita Jakarta Raya

Rorotan, Wilayah Pertanian yang Menjadi Lumbung Padi di Jakarta 

Sawah di Jakarta berada di sepanjang Jl. Marunda 1 No.39,  Cilincing, Jakarta Utara.

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Tangerang/M. Rifqi Ibnumasy
Sawah di Rorotan, Jakarta Utara 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Sebagai ibukota negara, Jakarta seringkali diidentikan dengan 'hutan beton'. 

Namun, wilayah Jakarta juga menyisakan hamparan sawah luas membentang dengan hijau padi permai sejauh mata memandang. 

Berada di sana, terasa bukan di Jakarta tapi di wilayah pedesaan.

Lokasinya berada di sepanjang Jl. Marunda 1 No.39,  Cilincing, Jakarta Utara.

Baca juga: Tips Agar Petani Bisa Bertahan di Tengah Pandemi Covid, Serta Mendapatkan Keuntungan

Ada sawah dengan  luas sekitar 300 hektar membentang. 

Para petani ibukota ini mampu memproduksi ribuan ton padi di tengah laju industri yang terus berkembang. 

Ketua Kelompok Tani Maju Rorotan, Sirojudin Abas mengungkapkan, awalnya masyarakat di wilayahnya memang berprofesi petani. 

"Bapak saya, kakek dan nenek saya semuanya itu orang yang tiap harinya terjun ke sawah," ucap Sirojudin, Minggu (22/5/2022).

Persawahan di Jakarta yang terus menyusut
Persawahan di Jakarta yang terus menyusut (Tribun Tangerang/M. Rifqi Ibnumasy)

Menurut Sirojudin, luas sawah di Rorotan mulanya mencapai sekitar 400 hektare.

Namun, tiap tahunnya terus mengalami penyempitan.

Misalnya, pada kasus Covid-19 lalu, 50 hektare sawah di Rorotan diurug untuk dijadikan pemakaman masal. 

Padahal, menurut Sirojudin, sawah di Rorotan sangat produktif, tiap hektarenya mampu menghasilkan pagi sekitar tujuh hingga delapan ton. 

Baca juga: Chairul Anwar Banting Setir Jadi Petani selama Ragunan Tutup Akibat Pandemi Virus Corona

"Setahun kami bisa panen dua kali, itupun kalau benih padi mudah didapatkan," ucapnya.

Tak hanya padi, sawah di Rorotan juga menghasilkan banyak sayuran, dari caisim, kangkung, bayam, kemangi, dan katuk.

Para petani Rorotan hanya penggarap, sawah-sawah di sana milik pengembang, pemda dan pengusaha.

"Harapan kedepan saya, sehebat apapun negara ini yang namanya pangan itu adalah nomor satu. tolong kita itu diperjuangkan," ungkap Sirojudin. 

 

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved