Penganiayaan

Anak Petinggi Bank Diduga Disiksa di Kantor Polisi, Buntut dari Keributan di Holywings Mlati

Dua polisi anggota Polres Sleman diduga terlibat penganiayaan pengunjung kafe Holywings di Mlati, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (4/6/2022) dini hari

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Istimewa
Ilustrasi Holywings 

TRIBUNTANGERANG.COM, SLEMAN -- Aksi penganiayaan yang melibatkan polisi diduga terjadi di halaman kafe Holywings di Mlati, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (4/6/2022) dini hari.

Penganiayaan tersebut diduga berlanjut di kantor Polres Sleman. Korban sempat kabur dari kantor Polres Sleman namun dia tertabrak mobil di jalan raya.

Korban penganiayaan adalah Bryan Yoga Kusuma, putra seorang petinggi bank di Jawa Timur. Diduga, pelaku pengeroyokan lebih dari 20 orang.

Bryan menderita luka cukup serius. Luka yang dia alami di antaranya kedua mata lebam serta wajah terluka parah, terutama pipi kiri dan dagu.

Baca juga: Polisi Tangkap Pengemudi X-Trail Nopol RFH Penganiaya Anak Anggota DPR yang Juga Politisi PDIP

Baca juga: Ormas Pemuda Pejuang Bravo Lima Berencana Lapor Balik dan Kedepankan Restorative Justice

Tak hanya itu, Bryan juga terluka di dada hingga perut seperti luka bakar. Pada lengan kanan atas juga ada seperti terluka bakar.

Kapolres Sleman, AKBP Achmad Imam Rifai mengatakan polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Polres Sleman juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi, termasuk meminta keterangan saksi-saksi.

Dua anggota polisi melakukan pelanggaran dalam peristiwa dugaan penganiayaan warga bernama Bryan Yoga Kusuma, di parkiran Holywings di Jalan Magelang, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (4/6/2022).

Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto memberikan keterangan lebih rinci.
"Perihal peristiwa yang terjadi pada hari Sabtu dini hari, Kapolda DIY sudah memerintahkan kepada Kabid Propam untuk melakukan proses hukum sesuai dengan kesalahannya kepada anggota yang melakukan pelanggaran," ujar Yuliyanto, Minggu (5/6/2022).

Menurut Yuliyanto, dua polisi terlibat penganiayaan tersebut. "Anggota terduga pelanggar sebanyak dua orang inisial AR dan LV. Keduanya bertugas di Satreskrim Polres Sleman," katanya.

Kesimpulan tersebut diambil setelah petugas Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) memeriksa 17 saksi dan gelar perkara. Sebanyak 17 saksi itu terdiri dari empat masyarakat umum dan 13 anggota Polri yang sedang bertugas piket pada hari itu.

Baca juga: Belasan Siswa SMA Jadi Tersangka Kasus Penyerangan SMK di Ciledug

Namun, Yuliyanto tidak menyebutkan bentuk pelanggaran yang telah dilakukan oleh AR dan LV. Kedua anggota polisi tersebut akan menjalani sidang kode etik Polri.

Anung Prajotho, perawakilan keluarga, menceritakan awal mula penganiayaan yang menimpa Bryan Yoga.
Pada Jumat (3/6/2022) sekitar pukul 23.30 WIB, Bryan Yoga bersama temannya yakni Albert Wijaya, Aprio Rabadi, Yogi Adhika Pratistha, dan Irawan mengunjungi Holywings di Jalan Magelang, Mlati, Sleman.

Lewat tengah malam, sekitar pukul 02.00 WIB, Bryan Yoga diprovokasi oleh seorang berinisial C hingga berujung perkelahian di area parkir Holywings.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved