Video Viral
Viral Video Dugaan Pungli di TPK Koja, Peti Kemas Hantam Truk Hingga Rusak
Viral video yang mengungkap dugaan pungutan liar (pungli) pada proses loading peti kemas ke truk trailer di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, Jakut.
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Ign Prayoga
TRIBUNTANGERANG.COM, KOJA -- Sebuah video unggahan @jakut_update viral menyinggung pungutan liar (pungli) di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, Jakarta Utara.
Video yang viral di TikTok tersebut memperlihatkan peti kemas yang tergantung pada rubber tire gantry (RTG) menghantam trailer dari samping.
Benturan itu menimbulkan suara keras hingga trailer bergoyang.
RTG adalah semacam crane yang berguna dalam proses loading peti kemas ke truk trailer. Selanjutnya truk membawa peti kemas keluar TPK.
Baca juga: Polantas Nyaris Tertimpa Truk ODOL, Tiga Detik Sebelum Kejadian Melangkah ke Kiri
Video ini menjadi viral karena pengungguh menuliskan dugaan adanya pungutan liar (pungli) pada proses loading peti kemas ke truk trailer.
"kalo emang pungli ga bisa ilang dari TPK Koja kenapa harus merusak kendaraan, jadi kan supir dirugikan untuk klem perbaikan... gara2 uang 10 rb kita dicuekin dan sekalinya muat kaya gini... kasian lah supir... dimana keadilan," tulis pengunggah video.
Setelah dikonfirmasi, kejadian tersebut terjadi dalam area Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Tak lama setelah video itu beredar, pihak pengelola TPK Koja memberikan klarifikasi.
General Manager TPK Koja Achmad Syaichu membenarkan peristiwa ini terjadi di area pelabuhan yang ia kelola pada Selasa (7/6/2022).
Namun, Syaichu membantah jika insiden yang terjadi di TPK Koja berkaitan dengan adanya pungli liar.
Baca juga: Lagi, Remaja 14 Tahun Tewas Ditabrak Truk di Tangerang, Diduga Demi Konten
"Kami baru mendapatkan video TikTok ini tadi pagi dan langsung melakukan investigasi. Perlu kami tegaskan bahwa di terminal kami TPK Koja sama sekali tidak ada pungli," ucap Syaichu, Rabu (8/6/2022).
Syaichu menyebut, insiden dalam video terjadi saat penarikan peti kemas impor menggunakan alat RTG dari lapangan untuk dibawa truk trailer.
Saat kejadian, operator RTG mengalami rough handling atau pengoperasian alat berat agak kasar sehingga sehingga peti kemas tidak diangkat secara tepat.
"Ini sebuah rough handling yang dilakukan operator kami. Atas kejadian ini, kami ucapkan permintaan maaf kepada pemilik truk," ungkapnya.
Atas kejadian ini, pihak TPK Koja telah melakukan komunikasi dengan pemilik truk dan akan menanggung semua kerugian jika ditemukan kerusakan. (m38)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/video-TPK-Koja.jpg)