Penipuan

Hati-hati Bila ada Permintaan Aktivasi Ulang WA, Bisa jadi Diretas dan Digunakan Modus Penipuan

Akun WhatsApp Legislator DKI Diretas, Kolega Tertipu Rp 2-3 juta diawali dari permintaan aktivasi ulang akun WA

pexels/tracy-le-blanc
Legislator DKI Jakarta Dicatut Namanya pada Aksi Penipuan Melalui Pesan Singkat 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Berhati-hatilah pada pesan yang meminta untuk aktivasi akun whatsapp (WA).

Bisa jadi itu proses peretasan.

Ketika nomor kontak dan foto profil sudah diretas, akun itu akhirnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang merugikan empunya WA. Terutama penipuan meminta sejumlah uang.

Hal ini dialami legislator DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra Adi Kurnia Setiadi.

Baca juga: Angel Lelga Beberkan Kronologi Ajakan Bisnis Angel Token Berujung Dugaan Penipuan

Baca juga: Uya Kuya Jalani Pemeriksaan Polisi Terkait Laporan terhadap Medina Zain Kasus Dugaan Penipuan

Ia kesal akun WhatsApp miliknya diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk penipuan.

Dalam aksinya, pelaku pembajakan akun itu berupaya menipu orang yang ada di kontak Adi dengan modus meminjam duit.

“Perlu saya sampaikan kepada siapa saja yang mendapatkan pesan WA yang muncul nama saya. Itu perlu saya klarifikasi, bahwa itu bukan saya tetapi akun WA saya dibajak atau di-hack orang tidak dikenal,” kata Adi pada Kamis (16/6/2022).

Menurut Adi, modus penipuan dengan meminjam uang tersebut berawal ketika dia mendapat pesan elektronik untuk aktivasi ulang akun WA.

Baca juga: Kronologi Kasus Penipuan Berkedok Penggerebakan yang Dilakukan Pelaku Mengaku Anggota Polri

Baca juga: Calon Penonton Justin Bieber Dihimbau hati-hati Terhadap Penipuan, Tiket Jangan Diunggah di Medsos

Permintaan aktivasi itu pun diikuti Adi dengan mengikuti instruksi yang muncul di layar gawainya.

“Saat saya ikuti perintah oke, muncul kode dan kode tersebut dimasukkan ke dalam aktivasi," cerita Adi.

"Setelah dimasukkan kode tersebut ke dalam aktivasi, akun WhatsApp langsung berpindah dengan nomor telepon dan profil akun langsung lengket kepada orang tidak dikenal tersebut,” ujarnya.

Pelaku kemudian menghubungi orang lain atas nama Adi, karena akun WA miliknya yang sudah dibajak telah dilengkapi oleh foto profilnya.

Kepada orang yang ada di kontak itu, pelaku yang mengatasnamakan Adi meminta pinjaman duit untuk menipu.

“Saya saat mengetahui akun saya dibajak, langsung saya telepon sejumlah orang untuk tidak percaya dengan pesan WhatsApp mengatasnamakan dirinya karena itu tidak benar dan murni penipuan,” ucap Adi yang juga menjadi Wakil Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta ini.

Namun sayangnya, sejumlah koleganya di DPRD, pejabat Pemprov DKI dan dari perbankan ada yang sudah terlanjur mentransfer uang dengan nominal Rp 2 juta-Rp 3 juta per orang.

Adi mengimbau, kepada siapa saja untuk lebih hati-hati modus penipuan dengan membajak akun WA.

“Kemudian saya segera laporkan masalah ini ke Polda Metro Jaya untuk ditindaklanjuti,” jelas Adi. (faf) 


 
 
 


Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved