Perampokan

Alasan Nita Emilia Nekat Lawan Perampok, Tidak Terima Kepala Puterinya Diinjak dan Dikalungkan Sajam

Nita Emilia nekat melawan, meskipun sang pelaku perampokan membawa sajam jenis golok. Tidak Terima Kepala Puterinya Diinjak dan Dikalungkan sajam

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Nita Emilia, Ibu Rumah Tangga yang berani melawan perampok yang membawa sajam, hingga mengalami luka memar dan lebam. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Kasih ibu sepanjang masa. Ketika anak disakiti, ibu akan lebih dulu meradang.

Alasan anak pula yang membuat ibu bisa berbuat nekat.

Seperti yang dialami Nita Emilia, ibu rumah tangga yang menjadi korban perampokan dengan menggunakan senjata tajam terjadi di Paninggilan Utara, Ciledug, Kota Tangerang, pada Rabu (15/6/2022) lalu, menjadi sorotan masyarakat.

Pasalnya, Nita Emilia sempat nekat melawan, meskipun sang pelaku perampokan membawa sajam jenis golok.

Baca juga: Perampokan Dengan Sajam di Ciledug, Aksi Korban Beri Perlawanan Hingga Pelaku Tertangkap

Baca juga: Pengangguran Rekrut Pelajar Jadi Pelaku Perampokan di Bantargebang Kota Bekasi


Wanita berusia 43 tahun itu pun akhirnya mengungkapkan alasan terkait tindakannya yang terbilang berani tersebut.

Nita mengatakan, aksinya nekat melawan salah seorang perampok lantaran tidak terima melihat dua buah hatinya yang berusia di bawah umur dan balita mendapat perlakukan kekerasan dari perampok.

Pasalnya, kepala puteri sulungnya F (13), sempat diinjak oleh salah seorang perampok saat beraksi mencari tas dan dompet milik Nita.

"Anak saya semuanya perempuan, anak pertama saya kepalanya diinjak sama perampok itu waktu mau mencari uang di tas dan dompet saya," ujar Nita Emilia saat diwawancarai Wartakotalive.com di kediamannya, Jumat (17/6/2022).

Baca juga: Polisi Amankan Pelaku Kasus Mayat Dalam Karung di Legok, Motif Perampokan

Baca juga: Polisi Klaim Tak Ada Baku Tembak pada Kasus Perampokan Alfamart Pagedangan


"Perampok itu injak kepala anak saya waktu maksa minta dompet saya, tapi anak saja enggak jawab dan nangis karena sudah ketakutan," imbuhnya.

Sementara puteri bungsunya, F yang masih berusia 2 tahun 11 bulan, dikalungkan senjata tajam dan dibentak oleh pelaku perampokan tersebut.

Hal itu dilakukan oleh perampok, lantaran memaksa puteri bungsunya itu untuk diam, lantaran terus mengeluarkan tangisan kencang.

"Abis itu, anak saya yang masih balita ditodong sajam ke lehernya itu, hanya karena nyuruh diam, dia masih kecil pasti nangis karena ketakutan," kata Nita sambil mengusap air matanya.

Baca juga: Bandung Kembali Berduka, Suasana Haru di rumah Duka Bobotoh Persib Bandung

"Perampok itu kan ambil 2 telepon seluler punya saya, tapi salah satunya sempat dikasih ke anak saya yang kecil ini, supaya diem. Terus dia malah marah, karena dikira anak saya mau foto, gimana mau ngerti foto anak kecil begitu," jelasnya.

Ia menilai, hal tersebut diluar peri kemanusiaan, lantaran berbuat tindakan kejam kepada seorang anak perempuan dan seorang balita.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved