Perampokan

Dua putri Nita Emilia Alami Trauma Akibat Aksi Perampokan, Tak Miliki Biaya ke Psikolog

Dua putri Nita Emilia kini mengalami trauma akibat kejadian kediamannya disatroni perampok bersenjata tajam, pada Rabu (15/6/2022). Kerap mimpi buruk

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Nita Emilia, Ibu Rumah Tangga yang berani melawan perampok yang membawa sajam, hingga mengalami luka memar dan lebam. 

TRIBUNTANGERANG.COM, CILEDUG - Dua putri Nita Emilia kini mengalami trauma akibat kejadian yang dialami, saat kediamannya disatroni perampok bersenjata tajam, pada Rabu (15/6/2022) lalu

R (13) dan F (2) merasa takut apabila beraktivitas seorang diri dan juga saat mendengar suara manusia yang cukup kencang.

"Semenjak kejadian waktu itu puteri saya jadi trauma kalau ditinggal sendiri sama denger suara ngomong yang kencang," ujar Nita Emilia kepada Wartakotalive.com, Minggu (19/6/2022).

"Anak saya pertama itu jadi takut kalau kemana-mana sendiri, nah yang paling kecil ini nangis terus kalau denger suara teriak atau ngebentak," terangnya.

Baca juga: Alasan Nita Emilia Nekat Lawan Perampok, Tidak Terima Kepala Puterinya Diinjak dan Dikalungkan Sajam

Baca juga: Perampokan Dengan Sajam di Ciledug, Aksi Korban Beri Perlawanan Hingga Pelaku Tertangkap

Nita mengaku, tidak memiliki biaya yang cukup untuk membawa dua malaikat kecilnya itu menjalani pengobatan ke dokter atau  psikolog.

Oleh karena itu, dirinya pun mengaku mengobati peristiwa yang dialami keluarganya itu dengan caranya sendiri.

Mulai dari mengajak puterinya apabila sedang bepergian, mengajak bermain, hingga menurunkan nada bicara kepada puterinya itu.

"Ya mengatasi anak saya yang trauma ini saya pakai cara sendiri saja, kaya ajak bercanda, kalau pergi pasti ikut saya, ngomongnya harus pelan-pelan, jangan sampai teriak," kata dia.

Baca juga: Pengangguran Rekrut Pelajar Jadi Pelaku Perampokan di Bantargebang Kota Bekasi

Baca juga: Polisi Amankan Pelaku Kasus Mayat Dalam Karung di Legok, Motif Perampokan

"Karena penyebab trauma itu saat kejadian, si perampok ngebentak dan kenceng ngomongnya ke anak saya," terangnya.

Akibat kejadian naas itu, F puterinya yang berusia 2 tahun 11 bulan, kerap mengalami mimpi buruk dan menangis saat tertidur.

Menurutnya, kejadian yang dialaminya dan dua anaknya beberapa waktu lalu, sangat mengerikan, hingga terus terbayang oleh gadis di bawah umur itu.

"Setelah kejadian itu, anak saya juga suka mimpi buru atau mengigau, terus setelah itu nangis," ungkapnya.

Baca juga: Polisi Klaim Tak Ada Baku Tembak pada Kasus Perampokan Alfamart Pagedangan

Baca juga: Tembakan Peringatan untuk Pelaku Perampokan Minimarket di Pagedangan Kabupaten Tangerang

"Jadinya ya saya hanya bisa menenangkannya saja, dan memastikan diri selalu di sisi anak saya ini setiap saat," terangnya.

Diketahui sebelumnya, aksi perampokan dengan menggunakan senjata tajam terjadi di Paninggilan Utara, Ciledug, Kota Tangerang, pada Rabu dinihari pukul 01.15 WIB.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved