Hibah Lahan Pemkot

Arief Wismansyah Hibahkan Tanah ke Kejari Tangerang, Kasus Korupsi Pasar Lingkungan Tak Dibahas

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah menghibahkan tanah dan gedung ke Kejari Kota Tangerang yang bulan lalu mengusut kasus korupsi pasar lingkungan

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Ign Prayoga
Tribuntangerang.com/Gilbert Sem Sandro
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah secara resmi menyerahkan hibah lahan dan bangunan kepada Kejari, KPU, dan Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang, Senin (27/6/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menghibahkan tanah seluas 2.475 meter persegi dan bangunan seluas 980 meter persegi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang. Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) atas tanah dan bangunan tersebut dilakukan oleh Arief Wismansyah bersama dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Erich Folanda.

Arief Wismansyah mengatakan, hibah dari Pemkot Tangerang merupakan bentuk sinergitas sejumlah instansi di Kota Tangerang. "Hibah barang milik Pemkot Tangerang kepada instansi seperti Kejari Kota Tangerang ini adalah bentuk saling support yang harus dijalin karena hibah ini juga dilakukan untuk menunjang pelayanan kepada warga Kota Tangerang," ujarnya, Senin (27/6/2022).

Menurut Arief Wismansyah, kantor Kajari Kota Tangerang membutuhkan area yang lebih luas dari kantor yang ada saat ini. "Kantor Kejaksaan areanya sangat terbatas, demi terpenuhinya kebutuhan pelayanan kepada masyarakat, harus lebih dimaksimalkan," katanya. Kajari Kota Tangerang Erich Folanda menyampaikan terima kasih atas sinergi dan bantuan dari Pemkot Tangerang.

Pada kesempatan itu, Wali Kota maupun Kajari Kota Tangerang tak menyinggung kasus korupsi pada proyek pembangunan senilai Rp 5 miliar yang dananya berasal dari APBD Kota Tangerang. Proyek tersebut adalah proyek pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Periuk, Kota Tangerang. Bulan Mei lalu, Kejari Kota Tangerang menetapkan empat tersangka pada kasus korupsi ini. Salah satu tersangka adalah bawahan Arief di Pemkot Tangerang sedangkan tiga orang lainnya adalah pihak swasta.

Baca juga: Kejari Kota Tangerang Sebut Bakal Ada Tersangka Tambahan Terkait Kasus Korupsi Pasar Lingkungan 

Baca juga: Kejari Kota Tangerang Akhirnya Rampungkan Penahanan Terhadap Koruptor Kasus Korupsi RSUP Dr Sitanala


Selain menghibahkan tanah dan bangunan kepada kejaksaan, Pemkot Tangerang juga menghibahkan lahan kepada Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang. Lahan yang dihibahkan adalah lahan Madrasah Aliyah Negeri 1 seluas 4.750 meter persegi.

Pemkot juga menghibahkan tanah dan bangunan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang. Lahan dan bangunan yang dihibahkan luasnya 1.310 meter persegi dan 1.000 meter persegi. Lahan dan bangunan tersebut selama ini memang difungsikan sebagai kantor KPU Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan, hibah sejumlah lahan bangunan tersebut bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Arief menyebut kantor Kejari Kota Tangerang yang luasnya terbatas dan kian hari terasa kurang optimal.

Kepala Kejari Kota Tangerang Erich Folanda sepakat bahwa hibah bangunan dari Pemkot Tangerang, bisa membuat pelayanan masyarakat jadi lebih optimal. "Kantor yang ada saat ini tidak terlalu luas dan kurang representatif, dengan adanya hibah ini semoga pelayanan Kajari Kota Tangerang bisa lebih optimal kedepannya," tutur Erich.

Kasus korupsi

Kasus korupsi pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Periuk, Kota Tangerang, merupakan kasus korupsi yang terjadi pada masa kepemimpinan Wali Kota Arief Wismansyah.

Pada Mei 2022, Kejari Kota Tangerang menetapkan empat tersangka kasus tindak pidana korupsi terkait proyek pembangunan pasar lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Priuk, Kota Tangerang. 

Keempat tersangka yakni OSS selaku pejabat pembuat komitmen, AA selaku direktur PT Nisara Karya Nusantara,  AR selaku site manager PT Nisara Karya Nusantara, dan DI penerima kuasa dari direktur PT Nisara Karya Nusantara.

Kepala Kejari Kota Tangerang, Erich Folanda mengatakan, kasus tersebut terungkap dari pembangunan pasar lingkungan yang mangkrak tersebut. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved