Breaking News

BREAKING NEWS: Orangtua Murid SD Dipungut Uang Seragam dan LKS Rp 750.000

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Daan Mogot, Tangerang mematok biaya sebesar Rp 750.000 untuk siswa baru.

Istimewa
Ilustrasi jadwal pemakaian seragam sekolah dan cara mendapatkan seragam sekolah tersebut. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Orangtua murid di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Daan Mogot, Kota Tangerang, dipungut uang sekolah Rp 750.000 untuk siswa baru.

Biaya sekolah dipatok ratusan ribu tersebut untuk membeli seragam dan buku Lembar Kerja Siswa (LKS).

Pungutan uang seragan sekolah itu dikemukakan salah seorang orangtua yang anaknya baru diterima di SDN 01 Daan Mogot .

Dia mengatakan, orangtua murid harus membeli 3 jenis seragam dan 1 LKS seharga Rp 50.000 dari sekolah.

"Seragam sekolah yang harus dibeli dari sekolah itu ada seragam olahraga, batik, baju muslim, dan beberapa LKS," ucap orangtua siswa yang enggan disebut namanya, Selasa (28/6/2022).

Menurutnya, untuk beberapa jenis seragam yang tidak diperjualbelikan dari pihak sekolah, orangtua murid dapat membeli di luar.

"Jadi ada seragam yang harus beli di sekolah, dan ada juga yang beli di luar atau di pasar, misalnya baju putih dan celana atau rok warna merah untuk SD," kata dia.

Baca juga: Meski PTM Sudah Beroperasi 100 Persen, Pedagang Mengaku Penjualan Seragam Sekolah Belum Optimal

Dia menambahkan, transaksi penjualan seragam dan LKS bagi peserta didik baru di SDN 01 telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.

Hal tersebut dia diketahui lantaran keponakan S juga bersekolah di SDN 01 Daan Mogot, Kota Tangerang.

Namun, nominal uang yang dipatok sekolah kepada orang tua murid selalu meningkat dari tahun ke tahun penerimaan.

"Mungkin beli seragam dan beli LKS dari sekolah di SDN 01 Daan Mogot sudah ada, karena keponakan saya 3 tahun lalu juga membayar untuk keperluan sekolah anaknya," tuturnya.

"Keponakan saya itu bayarnya antara Rp 400.000 sampai Rp 500.000, berarti kan ada kenaikan harga baju dan LKS itu setiap tahunnya," katanya.

Lantas, dia pun membayar uang sekolah tersebut karena dianggap biasa terjadi setiap tahun.

"Ya bukannya merasa banyak atau duit, saya bayar harga Rp 750.000 itu, ya karena saya pikir sudah ada sejak dulu dan mungkin memang itu peraturannya kan," katanya.'

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved