Capres 2024

Partai Demokrat Anggap Duet Anies-Ganjar Justru Bisa Melanggengkan Politik Identitas

Partai Demokrat menolak wacana menyatukan Anies Baswedan dan Pranowo sebagai duet pemersatu bangsa di pilpres 2024

Penulis: Yaspen Martinus | Editor: Ign Prayoga
Kolase Dok Tribunnews Dok Pemprov DKI
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjadi dua tokoh yang paling banyak diusulkan dalam Rakernas NasDem untuk menjadi calon presiden (capres) 2024, Kamis (16/6/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Partai Demokrat menolak wacana menyatukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai duet pemersatu bangsa pada pilpres 2024.

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menilai, duet Anies dan Ganjar justru bakal melanggengkan politik identitas. Sebab, Anies maupun Ganjar selama ini dinilai mewakili dua kutub politik yang berbeda.

"Mengambil jalan pintas dengan mewujudkan duet Anies-Ganjar sebagai representasi dua kutub politik yang diperhadap-hadapkan selama ini sebagai pengejawantahan politik identitas, sama saja dengan melanggengkan politik identitas. Jadi, tidak menyelesaikan persoalan," kata Kamhar saat dihubungi Tribun, Senin (27/6/2022).

Partai Demokrat, kata Kamhar, memiliki pandangan berbeda dalam merespons wacana duet pemersatu bangsa.

Baca juga: PAN Jakarta Barat Ajukan Anies Baswedan dan Zulkifli Hasan sebagai Kandidat Capres 2024

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa, Satu-satunya Militer di Antara Tiga Capres yang Diusung Nasdem

Kamhar menyebut, peningkatan derajat dan kualitas demokrasi yang semestinya diwujudkan, agar polarisasi yang bersumber dari eksploitasi terhadap politik identitas secara berlebihan bisa teratasi.

Kamhar juga menyinggung ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebagai sumber masalah dari eksploitasi politik identitas.

"Jika ingin menyelesaikan eksploitasi politik identitas secara berlebihan ini, dan sekaligus meningkatkan derajat dan kualitas demokrasi."

"Maka ini yang mesti ditinjau ulang, agar rakyat mendapatkan sebanyak mungkin pilihan putra dan putri terbaik bangsa, yang berkontestasi pada puncak kepemimpinan nasional," papar Kamhar.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengakui dirinya telah mengusulkan skema capres dan cawapres kepada Presiden Joko Widodo.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved