Orangtua Korban Pelecehan Ragukan Pernyataan Polres Tangsel Bahwa Pelaku Idap Gangguan Jiwa

Orangtua korban kasus pelecehan anak di Tangerang Selatan menyangsikan pernyataan polisi bahwa terduga pelaku adalah penderita gangguan jiwa

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Tribuntangerang.com/Rafzanjani Simanjorang
Terduga pelaku pelecehan terhadap anak di Bintaro Jaya Xchange Mall diserahkan ke polisi di Mapolrestro Tangerang Selatan, Minggu (26/6/2022) 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG  -- Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap bocah berusia 7 tahun terjadi Bintaro Xchange Mall, Tangerang Selatan. Kejadian ini dipergoki orangtua korban, Ny Devi, yang kemudian berusaha menangkap pelaku pelecehan.

Pelaku, berinisial ABS, kemudian dibawa ke pos satpam lalu diserahkan ke Polres Tangerang Selatan. Polisi kemudian melepaskan ABS. Polisi menyatakan bahwa pria 33 tahun itu adalah penderita gangguan jiwa. Sesuai undang-undang, penderita gangguan jiwa tidak bisa dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Argumen ini disanggah Ny Devi. Dalam wawancara di Kompas TV pada Kamis (30/6/2022) pagi, Devi menyatakan bahwa dirinya dan ABS sempat berdebat di pos keamanan Bintaro Xchange Mall. Menurut Devi, ABS berdebat menggunakan bahasa Inggris aksen Amerika.

Dari rentetan kejadian tersebut, Devi yakin bahwa ABS waras dan tidak menderita gangguan jiwa.

Devi juga mengatakan bahwa ABS sempat mengancam akan membunuh Devi dan keluarganya. Selain itu, ABS juga memukul pria yang membantu Devi dalam pengejaran dari lantai dasar sampai lantai lima.

Aksi pelecehan tersebut menimpa sejumlah anak. Para korban adalah anak-anak yang berkerumun menonton sebuah pertunjukan di lantar dasar Bintaro Xchange Mall akhir pekan lalu.

Devi mengatakan dirinya dan orangtua korban lainnya tidak menghentikan upaya hukum terhadap pelaku, sebelum pelaku benar-benar dinyatakan mengalami gangguan jiwa oleh dokter ahli.

"Jadi masalah pelaporan, menunggu hasil tes kejiwaan orang ini (pelaku) langsung dari ahlinya," tulis Devi di akun media sosial pribadinya, Senin (27/6/2022).

Ia menegaskan, informasi yang menyebut pihak korban berdamai dengan pelaku kurang tepat. Sebab, orang tua korban membuat kesepakatan resmi untuk membawa pelaku pelecehan berinisial ABS itu ke rumah sakit jiwa (RSJ) untuk diperiksa.

"Kalau memang gila ya, nggak kami lepas juga. Keluarga tanda tangan, menyetujui untuk memastikan orang ini tetap berada dalam RSJ, nggak dilepas, nggak rawat jalan, nggak dibawa pulang. Stay di RSJ," tulisnya.

Tapi, imbuh dia, kalau hasil pemeriksaan dokter jiwa menunjukkan bahwa pelaku tidak mengidap gangguan jiwa, maka laporan polisi atas tindakan pelecehan seksual yang dilayangkan sebelumnya tetap akan dilanjutkan.

Ia menambahkan, sejak Senin pukul 03.00 WIB dini hari, salah satu orang tua korban telah mendampingi keluarga pelaku dan mengantar pelaku langsung ke RSJ di daerah Tangerang Selatan.

"Tapi tadi aku dikabari lagi, kalau siang ini, sudah dipindahkan ke RSJ di Bogor karena peralatan lebih lengkap dan memadai," katanya.

Sebelumnya, video yang diunggah Devi menjadi viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan pengejaran pelaku pelecehan seksual terhadap anak di sebuah mal.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved