Kuliner
Berjualan Panganan Khas Betawi Es Selendang Mayang Juga Menjadi Hobi bagi Syarifudin
Selain Senang, Berjualan Jajanan Khas Betawi Selendang Es Mayang Juga Menjadi Hobi bagi Syarifudin
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Lilis Setyaningsih
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Panganan tradisional kini semakin sulit didapat.
Kalaupun ada di tempat-tempat khusus.
Salah satu panganan tradisional asli Betawi yang semakin sulit didapat adalah es selendang mayang.
Salah satu penjual yang masih bertahan menjual es selendang mayang bisa ditemui di Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara.
Baca juga: 5 Kuliner Legendaris di Petak Enam Glodok
Baca juga: Baru Dibuka Akhir Tahun 2020, Manjakan Kulineran di Kawasan Petak Enam Glodok
Syarifudin sudah puluhan tahun menekuni usaha jajanan khas Betawi, Es Selendang Mayang.
Selain mencari nafkah, berjualan jajanan yang terbuat dari sagu aren, gula aren dan santan ini sebagai bentuk pelestarian makanan Leluhurnya.
Dengan menggunakan alat pikul, Syarifudin menjajakan dagangannya dari tempat wisata ke tempat wisata lainnya di wilayah Kota Jakarta.
Saat ditemui di Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara, ia bercerita mulai berjalan Selendang Mayang sekira tahun 1994.
'Jualan di sini (Pasar Seni) sudah 8 tahun, jualannya sih sudah lama dari tahun 1994. Sebelum di sini, jualan di Rumah Si Pitung Marunda, pasti di situ," ungkapnya, Sabtu (2/7/2022).
Bagi Syarifudin, berjualan Selendang Mayang sudah menjadi tabiatnya.
Meski beberapa kali mencoba berjualan makanan lain, ia selalu gagal dan kembali.
"Saya memang paling cocok dagang Selendang Mayang, tadinya ketoprak udah, es kelapa udah. Tapi memang yang paling cocok jajanan Betawi, selain senang juga hobi," ucapnya sembari menyuguhkan seporsi Selendang Mayang kepada wartawan wartakotalive.com.
Baca juga: Lima Kuliner Kaki Lima di Kawasan Pecinan Glodok, ada Olahan Daging Kura-kura
Baca juga: Nikmati Kuah Kental dan Nikmat Mie Ayam Mas Dion, Kuliner Legendaris di Indramayu
Syarifudin menjual satu porsi Selendang Mayang seharga Rp 10 ribu dengan takaran satu gelas plastik berukuran besar.
Menurutnya, di tempat-tempat wisata, jajanan Betawi ini masih menjadi primadona pengunjung dan hampir semua orang tahu.
"Pak Walikota sering beli selendang mayang, dia langganan saya, biasanya kalau ada bazar di kantor walikota biasanya saya datang," pungkasnya penuh semangat. (m38)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Penjual-es-selendang-mayang.jpg)