Pembacokan

Tak Terima Dianggap Bolos Kerja, Teknisi Sekolah Bacok Kepala TU SMAN Unggulan MH Thamrin

Insiden pembacokan itu terjadi ketika korban sempat bertanya terlebih dahulu ke pelaku terkait absen dirinya di tempat kerjaan, pada Jumat (1/7/2022).

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Lilis Setyaningsih

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Sekolah Menengah Atas Negeri Unggulan (SMANU) MH Thamrin Jakarta, biasanya masuk berita karena prestasi  murid-muridnya.

Bahkan tahun ini saja menjadi SMA terbaik versi LTMPT 2022.

Tapi kali ini 'tercoreng' akibat adanya pembacokan di sekolah yang berada di Cipayung Jakarta Timur tersebut. 

YH, inisial pelaku yang melakukan pembacokan ke Kepala Tata Usaha (TU) Sekolah Menengah Atas Negeri Unggulan (SMANU) yang berlokasi di MH Thamrin, Cipayung, Jakarta Timur, langsung menyerahkan diri setelah kejadian tersebut ke pihak Kepolisian.

 

Diketahui, YH bekerja juga di wilayah tersebut sebagai teknisi di sekolah itu, sedangkan korban berinisial TP.

"Pelaku setelah kejadian langsung menyerahkan diri, berikut dengan barang bukti samurai-nya," kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cipayung, AKP Bayu, Rabu (6/7/2022).

Dijelaskan Bayu, setelah pelaku menyerahkan diri ke pihak kepolisian, kemudian langsung menemui Wakil Kepala Sekolah SMANU MH Thamrin.

"Tim anggota Reserse Kriminal (Polsek Cipayung) kemudian merapat ke lokasi," ujar Bayu.

 

Insiden pembacokan itu terjadi ketika korban sempat bertanya terlebih dahulu ke pelaku terkait absen dirinya di tempat kerjaan, pada Jumat (1/7/2022), siang hari.

"Pelaku awalnya ditegur dengan pertanyaan, 'Kenapa kok tiga hari tidak masuk?'.

Pelaku merasa dirinya masuk, akhirnya dia sakit hati (dengan pertanyaan itu)," lugasnya.

Tapi, pelaku tidak menggubris pertanyaan korban, lalu, pelaku kemudian bertemu kembali dengan korban.


"Jadi setelah korban selesai sholat Jumat, korban duduk di dekat parkiran motor. Kemudian tersangka ini lihat korban lagi, muncul lagi perasaan (kesal ke korban)," jelasnya.

Setelah itu, pelaku langsung menuju ke gudang sekolah mengambil senjata tajam jenis katana

"Pelaku nyamperin korban dan terjadilah pembacokan di situ," pungkasnya.

Sesudah kejadian tersebut, korban mengalami luka bacok di bagian lengan nya, dan pihak kepolisian langsung menjerat pelaku dengan pasal yang relevan.

"Sementara pelaku telah ditetapkan menjadi tersangka dan dijerat Pasal 351 Ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana lima tahun penjara," tutupnya. (M37)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved