Pelecehan di Angkot

Kasus Pencabulan di Angkot M44 Berawal Korban Hendak Berangkat Kerja, Sempat Menampar Pelaku

Kasus Pencabulan di Angkot di Jaksel, Berawal Korban Hendak Berangkat Kerja, Sebelum turun dari Angkot, korban sempat menampar pelaku

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Lilis Setyaningsih
istimewa/tangkapan layar @infojaksel.id
Sebuah video memperlihatkan seorang pria yang diduga melakukan pelecehan seksual di dalam angkot 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Seorang wanita diduga menjadi korban pelecehan seksual di angkot trayek Ciputra-Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin (4/7/2022).

Adapun seorang wanita yang diduga jadi korban pelecehan seksual itu berinisial AF (21).

Nazla Lazuardy (24), selaku kakak korban mengatakan, insiden tersebut terjadi pada Senin sekitar pukul 08.00 WIB.

Kejadian bermula saat korban sedang berangkat kerja dengan menggunakan angkot.

Baca juga: Beredar di Medsos, Seorang Wanita Jadi Korban Pelecehan di Angkot M44

Baca juga: Susan Sameh Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual Ajak Perempuan Berani Bersuara

"Korban mau berangkat kerja, karena kami domisili di Citayam, jadi naik kereta jurusan Jakarta Kota turun di Tebet," katanya, saat dikonfirmasi pada Kamis (7/7/2022).

"Dari Tebet, AF naik angkutan umum, yaitu Angkot 44 jurusan Ciputra ke arah Kuningan," ujar dia.

Sebelum mengalami kejadian tak mengenakan itu, korban sama sekali tak menaruh rasa curiga terhadap pelaku yang berada dalam kendaraan yang sama.

"Jadi pelaku ini duduk di bangku sisi kanan yang berisi 4 orang dan duduk di paling pojok belakang. Adik saya (korban) ini duduk di samping pelaku," tutur Nazla.

Baca juga: Orangtua Korban Pelecehan Ragukan Pernyataan Polres Tangsel Bahwa Pelaku Idap Gangguan Jiwa

Baca juga: Terduga Pelaku Pelecehan Bocah di Bintaro Xchange Diserahkan ke Polisi

"Korban sempat merasa seperti ada yang meraba-raba di area vital dadanya namun masih sempat positif thinking karena melihat pelaku menaruh tas di bagian dadanya," sambungnya.

Tindakan pelaku itu justru semakin menjadi setelah korban merasa ada yang janggal dengan gerak tangan pelaku.

Apalagi, tas pelaku dengan korban sempat bergesekan lantaran terjadi pergerakan.

"Ketika adik saya mencoba menepis, ternyata benar ada tangan pelaku tengah meraba-raba bagian dada adik saya," ujar dia.

Usai berhasil memergoki aksi tak terpuji pelaku, korban kemudian pindah tempat untuk merekam sosok pelaku.

Hal tersebut untuk dijadikan barang bukti pelaporan ke pihak Kepolisian.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved