Korupsi

Mantan Kepala SMP N 17 Tangsel Dinonaktifkan sebagai PNS saat Berstatus Tersangka Kasus Korupsi

Status mantan kepala sekolah SMP N 17 Tangsel, Marhaen Nusantara dinonaktifkan sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang
Kepala dinas pendidikan Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, mantan kepala SMPN 17 Tangsel Marhaen Nusantara telah dinonaktifikan sebagai PNS setelah berstatus sebagai tersangka dan ditahan atas kasus korupsi PIP. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Status mantan kepala sekolah SMP N 17 Tangsel, Marhaen Nusantara dinonaktifkan sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Penonaktifan Marhaen Nusantara tersebut dilakukan setelah tersangka ditahan atas kasus penyelewangan dana Program Indonesia Pintar  (PIP).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Deden Deni menjelaskan, pihaknya menghormati keputusan Kejaksaan Negeri Kota Tangsel.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Kota Tangsel langsung menindaklanjuti sisi administrasi kepegawaiannya.

"Pertama, ketika kasusnya mencuat kami panggil, dan diperiksa juga oleh inspektorat, karena statusnya kemarin sebagai saksi belum tersangka," ujar Deden Deni saat ditemui di Puspemkot Tangsel, Selasa (12/7/2022).

"Sembari kami juga menunggu proses di kejaksaan, maka kami tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Maka setelah ditetapkan sebagai tersangka, baru kami proses statusnya."

"Mungkin tahap awal penonatifan, sambil menungu nanti keputusan inkracht, dan ini sedang berproses di BKSDM dan tentu itu nanti mengikuti juga termasuk jabatan dia sebagai PNS dan kepsek dinonatifkan juga," ujarnya lagi.

Baca juga: Marhaen Nusantara Tersangka Kasus Korupsi Program Indonesia Pintar di SMPN 17 Tangsel Tahun 202

Baca juga: Dana Progam Indonesia Pintar Dikorupsi Mantan Kepala SMPN 17 Tangsel, Ribuan Siswa Jadi Korban

Deden mengaku prihatin atas kasus yang menimpa mantan kepala sekolah tersebut.

Dia mengimbau, kasus Marhaen menjadi pelajaran buat kepala sekolah lainnya agar  menjalankan amanah dan menjunjung tinggi integritas dalam bertugas.

"Dalam hal memegang amanah harus betul-betul amanah, menjalankan sesuai dengan aturan, lebih hati-hati dalam mengelola kegiatan. Harus seamanah mungkin menjalankan tugas dan fungsi," ujar Deden Deni.

Sebelumnya, dana yang diselewengkan oleh mantan kepala sekolah SMP N 17 Tangsel sebesar Rp 699 juta. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved