Edukasi

Coach Rheo Sebut Indonesia Darurat Perilaku Kekerasan Seksual, Ini Alasannya 

Terhadap perempuan yang mengalami kekerasan seksual, Coach Rheo mengimbau, jangan takut melaporkan, ataupun meminta bantuan.

Istimewa
Coach Rheo, Mind Technology Expert. 

“Mungkin ini seperti kisah di film-film. Tapi mereka yang datang adalah memang orang-orang yang mengalami trauma mendalam atas kejadian yang dialami. Tidak berani melapor. Sebab pelakunya punya kuasa. Korban sangat takut,” papar Coach Rheo.

Sebaliknya,  para predator pelaku pelecehan seksual senang dan bangga merasa ‘powerful’ merasa ‘berdaya’ dan mampu ketika berhasil melakukan aksinya.

Seringkali juga pelecehan seksual ini muncul karena trauma masa lalu pelaku.

Banyak kasus pelaku yang memiliki hasrat seksual berlebih pada wanita, muncul karena mereka (para predator) pernah mengalami bully di masa kecil.

Mereka selalu bergerak dari keharusan otomatis bawah-sadar untuk melakukan pembuktian.

“Mewujudkan hasrat untuk merasa mampu menjajah tubuh, pikiran dan jiwa korban, membuatnya tunduk atas perintah dan prilakunya. Ini yang membuat mereka mengalami 'orgasme' mental yang mengisi relung-relung luka masa lalu mereka,” papar Coach Rheo. 

Baca juga: Dosen UNJ Diduga Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi yang Ingin Mendapatkan Bimbingan

Hal ini antara lain, kata Coach Rheo, kenapa pelaku pelecehan seksual tidak pandang bulu, dan kejadiannya tidak hanya di institusi sosial dan pendidikan saja.

"Tentu kita kerap juga mendengar peristiwa pelecehan seksual terjadi di tempat umum, angkutan umum, KRL, bus kota, ojek online, dan ruang publik lainnya,” ujarnya.

Banyak dari pelaku pelecehan seksual tahu kalau perbuatannya salah.

Namun, kata Coach Rheo, beban emosi memang berbeda. Ia pun menganalogikan seperti ketika orang kecanduan merokok akut.

“Sulit dihentikan meski mereka tahu rokok berbahaya, menyebabkan kanker, dan penyakit lainnya. Tapi bagian otak amygdala (pusat kontrol emosi) mengambil alih semua kapasitas neo-cortex manusia berpikir logis," kata Pendiri Yayasan Konseling Harapan Indonesia (YAKHIN) ini.

Terhadap perempuan yang mengalami kekerasan seksual, Coach Rheo mengimbau, jangan takut melaporkan, ataupun meminta bantuan.

Saat ini banyak lembaga dan komunitas yang membantu terkait kekerasan seksual.

Termasuk Gading Counseling & Empowerment Center yang didirikannya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved