Nasib PSE Asing

Tiktok, WA, dan Discord Masuk PSE Asing, Google Masuk PSE Domestik

Google dan turunannya, Gmail serta Google Drive, telah masuk dalam daftar PSE lingkup privat. Mereka terdaftar di PSE domestik

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Tribun WOW
Ilustrasi pengguna WA. Pemerintah mewajibkan WA, Tiktok, Facebook, dan yang lainnya untuk untuk terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat di Kementerian Kominfo. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Google dan turunannya, Gmail serta Google Drive, telah masuk dalam daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat.

Demikian pula Discord, TikTok, WhatsApp (WA), Facebook, dan Instagram yang telah terdaftar di PSE lingkup privat. Mereka terdaftar di PSE Asing.

Sedangkan, Google serta kelompoknya, antara lain Gmail dan Google Drive masuk dalam PSE domestik dan didaftarkan oleh perusahaan yang menggunakan layanan tersebut.

Di antaranya PT Nirah Digital Media. Penelusuran KompasTekno, PT Nirah Digital Media adalah perusahaan yang berbasis di Bali, dengan alamat di Sanur, Denpasar, Bali.

Perusahaan lain yang mendaftarkan Google adalah CV Citra Lestaru, sebuah perusahaan di Kecamatan Tebing, Karimun, Kepulauan Riau.

Daftar PSE1
Instagram, WA, dan Facebook terdaftar sebagai PSE Asing dan didaftarkan oleh Facebook Singapore.

Dikutip dari KompasTekno, Google juga terdaftar atas nama CV Daun Jati, sebuah CV yang bergerak di bidang konsultan perpustakaan dan arsip di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Sebagai informasi daftar PSE ini dikelola Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Beberapa waktu lalu, publik memperbincangkan wacana Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang akan memblokir beberapa platform digital.

Kominfo disebut akan memblokir WhatsApp, Instagram, Facebook, Google, dan platform digital lain.

Wacana pemblokiran ini berkaitan dengan imbauan mengenai batas akhir pendaftaran PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik) di Indonesia.

Pada 22 Juni 2022, Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi mengimbau, kepada para penyelenggara sistem elektronik yang beroperasi di Indonesia agar mendaftarkan diri ke sistem Kominfo, paling lambat 20 Juli 2022.

"Batas waktu pendaftaran PSE Lingkup Privat, baik domestik maupun asing, melalui sistem online single submission-risk based approach (OSS-RBA) akan berakhir pada 20 Juli 2022," kata Dedy di Gedung Kominfo, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/6/2022).

Batas akhir waktu pendaftaran itu mengacu ke Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 3 tahun 2022 tentang Tanggal Efektif Pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat pada 14 Juni 2022.

google pse 2
Google didaftarkan oleh CV Daun Jati

Bila PSE Lingkup Privat, seperti WhatsApp, Facebook, dan sebagainya, belum juga mendaftarkan diri, Dedy mengatakan akses platform atau situs milik PSE Lingkup Privat berpotensi diblokir.

Pemblokiran layanan PSE Lingkup Privat tersebut dilandasi dua aturan. Pertama, Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP 71/2019). Kedua, Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat (Permen Kominfo 5/2020).

Dedy Permadi juga mengatakan, PSE Lingkup Privat yang wajib mendaftarkan diri ke Kominfo adalah PSE yang memiliki portal, situs, atau aplikasi dalam jaringan melalui internet yang dipergunakan untuk enam kategori.

Dedy juga mengatakan, bila ada perusahaan yang memiliki beberapa anak perusahaan yang masuk dalam enam kategori wajib daftar PSE tersebut, maka setiap website/domain yang ada harus didaftarkan.

"Pendaftaran berlaku untuk setiap website/domain yang diselenggarakan. Dalam pendaftaran, para penyelenggara akan diminta untuk mengisikan nama situs beserta alamat IP server yang digunakan," kata Dedy dikutip dari Kompas.com.

Dedy menegaskan bahwa pendaftaran PSE dilakukan tanpa biaya alias gratis melalui sistem Online Single Submission-risk Based Approach (OSS-RBA). [*]

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved