Berita Tangerang Raya

Geger Masyarakat Kota Tangerang Terserang Chikungunya Ini Gejala Penyakitnya

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang bergerak cepat menindak lanjuti kasus suspect chikungunya.

pexels/ravi-kant
Hindari banyak gantungan baju atau barang-barang untuk menghindarkan nyamuk bersarang 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang bergerak cepat menindak lanjuti kasus suspect chikungunya.

Caranya dengan mengunjungi langsung rumah warga yang diindikasi terkena chikungunya.

Petugas Puskesmas juga menggiatkan kembali Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dan melakukan penyuluhan terkait PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) melalui 3 M plus.

Seperti Menguras, Menutup dan Mendaur ulang barang-barang yang dapat dijadikan tempat perindukan nyamuk plus menghindari gigitan nyamuk dengan cara menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

"Setelah kami menerima laporan warga, pada tanggal 21 Juli kemarin petugas Puskesmas  langsung mengunjungi langsung rumah warga yang terindikasi chikungunya," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni, Minggu (24/7/2022).

"Dan kami langsung menindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan epidemiologi dan juga PSN," sambungnya.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh petugas di lapangan, lanjut Dini, pihaknya menemukan kasus yang mengarah pada gejala klinis chikungunya.

Seperti badan kaku linu, demam, pusing, mual, dan timbul bercak dan bintik merah di tangan kaki.

"Hasil pemeriksaan darah rutin dari beberapa pasien yang dirawat dalam batas normal. Rata-rata yang dirawat karena lemas dan ada gejala muntah," ucapnya.

"Dari 14 yang suspect chikungunya rata-rata sudah mendapatkan penanganan medis dan sudah membaik bahkan sembuh," kata Dini.

Baca juga: Peri Lansia Rawat Masyarakat Lanjut Usia Berpenyakit Kronis di Kota Tangerang

Dini juga menegaskan bahwa chikungunya ini merupakan penyakit Self Limiting Disease artinyadapat sembuh sendiri.

Biasanya dalam kurun waktu 1-2 Minggu gejala hilang dan cenderung tidak parah.

Maka yang diutamakan adalah pencegahannya agar tidak berkembang dan menular lebih banyak lagi dengan cara memberantas perindukan nyamuk sebagai pembawa virus tersebut.

"Penyakit chikungunya disebabkan virus chikungunya yang dibawa oleh nyamuk Dengue atau nyamuk albopictus yg terinfeksi. Oleh karenanya ditekankan untuk melakukan PSN 3 M plus dan menghindari gigitan nyamuk serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan," ungkapnya.

Baca juga: Kenali Gejala Neuropati, Penyakit kronis yang Mempengaruhi Sistem Saraf Tepi

Selain melakukan penyuluhan, pihak Dinkes juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga dan juga membagikan bubuk abate untuk memberantas jentik nyamuk. 

"Dinas Kesehatan pun telah mengeluarkan SE terkait kewaspadaan berkembangnya penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan," papar Dini. (dik)
 
 
 
 
 


 
 
 
 
 
 

 
 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved