Penistaan Agama

Syok Ditetapkan Jadi Tersangka, Roy Suryo Alami Insomnia

Menurut Elza, sejak penetapan tersangka beberapa hari lalu kliennya mengalami insomnia atau kesulitan untuk tidur. 

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Ign Agung Nugroho
Tribun Tangerang/Miftahul Munir
Roy Suryo menggunakan kursi roda selesai menjalani pemeriksaan selama 12 jam di ruang penyidik Subdit Siber Direktorat Reserse Krimimal Khusus Polda Metro Jaya pada Jumat (22/7/2022) malam.  

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo resmi menyandang status tersangka atas kasus dugaan penistaan agama gambar Candi Borobudur berwajah Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Pasca jadi tersangka, Roy sempat menjalani pemeriksaan selama 12 jam di Polda Metro Jaya pada Jumat (22/7/2022) kemarin.

Kuasa hukum Roy Suryo, Elza Syarief mengatakan, saat keluar dari ruang penyidik kliennya tidak banyak bicara karena kelelahan menjalani pemeriksaan.

Bahkan, ketika menuju ke mobilnya di depan gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya ia harus menggunakan kursi roda.

"Mungkin syok, jadi enggak terlalu banyak omong," kata Elza Syarief,  Minggu (24/7/2022).

Menurut Elza, sejak penetapan tersangka beberapa hari lalu kliennya mengalami insomnia atau kesulitan untuk tidur. 

Dugaan penyebab Roy tak bisa tidur karena memikirkan perkaranya yang naik ke tahap penyidikan hingga akhirnya ditetapkan tersangka.

"Karena penetapan tersangka, mungkin dia kepikiran jadi enggak tidur, (pesan khusus dari Roy) tidak ada," tuturnya.

"Cuman Pak Roy ini saya ngobrol-ngobrol sama istrinya bilang tiga hari loh nggak bisa tidur mikirin ini," sambungnya.

Elza menambahkan, tim kuasa hukum masih fokus menyelesaikan jadwal pemeriksaan mantan Mepora tersebut sebagai tersangka.

Setelah semua jadwal pemeriksaan selesai dijalani, tim kuasa hukum Roy akan memikirkan langkah hukum selanjutnya.

"Kita apresiasi Polda ya kita merasa nyaman dengan penyidik, semuanya baik-baik juga," terang Elza.

Sebelumnya, Pakar telematika Roy Suryo selesai menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Subdit Siber Direktorat Reserse Krimimal Khusus Polda Metro Jaya pada Jumat (22/7/2022) pukul 22.00 WIB.

Setelah menjalani pemeriksaan hampir 12 jam, Roy akhirnya keluar menggunakan kursi roda dari ruang penyidik.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved