Liga 1

Curhatan Bos Persita Tangerang Soal Pembagian Hak Siar di Liga 1 Indonesia

Punya rating bagus di setiap laga, tak menjamin klub Liga 1 Indonesia mendapat hak komersiAl lebih besar dari PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang
Presiden Persita Tangerang, Ahmed Rully Zulfikar (dua dari kiri), mengatakan, membicarakan soal hak siar tidak ada agenda khusus. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Punya rating bagus di setiap laga, tak menjamin klub Liga 1 Indonesia mendapat hak komersiAl lebih besar dari PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Alasannya, hak komersial dibagi rata kepada 18 klub peserta Liga 1 Indonesia sejak tahun 2018.

Presiden Persita Tangerang, Ahmed Rully Zulfikar mengatakan, ketentuan seputar hak siar jarang dibahas saat kongres di PSSI

Persita Tangerang musim lalu menempati ranking lima dari segi paling banyak ditonton.

"Bicara memperjuangkan. Kalau saya memperjuangkan sendiri, dan yang lain diam juga susah, karena semua harus karena kesepakatan," ujar Ahmed Rully Zulfikar, kamis

Menurut dia, setiap kongres Liga 1 Indonesia jarang membaha soal hak siar sehingga agendanya harus diatur sendiri.

Lantas dia membahas soal hak siar itu di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Teman-teman juga banyak setuju di RUPS seputar pembagian hak siar dll. Tapi kan kembali lagi pada PT LIB sebagai operator," ujarnya.

Baca juga: Ketika Legenda Persita Tangerang Bermain Sepak Bola Lawan Kapolresta Tangerang

Baca juga: Komentar Suporter tentang Target Persita Tangerang Bidik 7 Besar dalam Liga 1 Indonesia

Dia menilai, saat ini Liga 1 Indonesia masih semi pembinaan, belum mencapai tingkat profesional.

"Kenapa saya bilang semi pembinaan? Karena tujuan liga itu untuk timnas. Kalau bicara liga Indonesia liga profesional, pemain asing tidak akan dibatasi, dan regulasi harus jelas."

"Setiap jenjang pun harus ada seperti, U-18 di liga lima, U-19 di liga empat, U-20 di liga tiga."

"Kalau semua liga dari kelompok umur, maka ke depannya liga ini akan baik, karena pemain yang siap tampil di liga 1, adalah pemain yang sudah siap dari pembinaan itu," ucapnya.

Hal itu, kata dia, penting agar kelak pemain lokal bisa bersaing dengan pemain asing di Liga 1.

"Ini yang diharapkan. Supaya kualitas pemain, kualitas liga benar-benar profesional. Kita belum bisa bicara industri sepak bola sebelum liganya jadi industri sepak bola," ujar Ahmed Rully Zulfikar.

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved