Jakarta

Penyebar Hoax Kapolda Metro Bakal Dinonaktifkan Ditangkap Ditreskrimsus Polda Metro Jaya

Pelaku penyebar berita bohong atau hoax di aplikasi snack video tentang Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran ditangkap.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribun Tangerang/Miftahul Munir
Subdit IV Siber Ditrektorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara penangkapan penyebar hoax di aplikasi snack video yang menyudutkan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Kamis (28/7/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Pelaku penyebar berita bohong atau hoax di aplikasi snack video yang menyebut Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dinonaktifkan ditangkap  Subdit IV Siber Ditrektorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Tersangka yang ditangkap itu berinisial AH mendapat keuntungan dari menyebarkan video hoax di media sosial.

Bukan hanya Fadil Imran, pejabat lainnya juga menjadi sasar kabar bohong pelaku AH.

Sedangkan video yang dibuat tentang Irjen Fadil Imran yakni Kapolda Metro Jaya ini bakal mengikut jejak tiga perwira polisi lainnya yang telah dinonaktifkan terkait kematian Brigadir Yosua.

Tiga perwira polis yang sudah dinonaktofikan yaitu Irjen Ferdy Sambo, Kombes Budhie Herdi Susianto dan Brigjen Hendra Kurniawan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, video hoax yang beredar itu bisa mengakibatkan keonaran.

"Sedangkan ini patut diduga bahwa kabar itu bohong serta dapat menimbulkan keonaran dan atau tindak pidana dengan sengaja di muka umum baik secara lisan atau tulisan menghina suatu penguasa, atau majelis umum yang ada di Indonesia demikian pasal ITE," tutur Zulpan, Kamis (28/7/2022).

Baca juga: Namanya Masuk Bursa PJ Gubernur DKI Jakarta, Jenderal Fadil Imran Tegas Nyatakan Tak Berminat

Baca juga: Satu Motor Raib Digasak Maling di Rumah Mertua Kapolda Metro Jaya Fadil Imran

Menurut Zulpan, AH ditangkap setelah polisi menerima laporan dari MR, Selasa (26/7/2022).

AH ditangkap aparat di rumah kontrakannya Jalan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, Bandung, Jawa Barat.

"Barang bukti disita penyidik, di antaranya satu unit hape merek Samsung, rite lighting, akun snap video rakyat jelata 98 yang digunakan untuk melakukan tindak pidana penyebaran hoax," ujar Zulpan.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis menambahkan, pelaku akan mendapat keuntungan dari video yang ditonton masyarakat.

Artinya, semakin banyak orang menonton, maka akan semakin banyak uang yang masuk ke rekening AH.

"Kami melihat di-capture-an atau di pembicaraan dia dengan agency snack video itu dia menanyakan bagaimana dengan keuntungannya di situ ada chattingnya, minimal Rp 50.000- Rp 100.000," ujarnya.

Auliansyah mengatakan, pihaknya akan terus mendalami kasus tersebut dan akan memproses secara hukum akun anonim yang sudah menyebar hoax.

Pelaku juga menggunakan suara editan supaya dapat meyakini publik terkait informasi yang disebarkan.

"Nah disitulah dia kan ada komentar-komentar suaranya itu bukan dia yang membuat tapi, suaranya bukan suara dia. Ada aplikasi yang bisa membuat suara kita berbeda," kata Zulpan.

 

 


 
 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved