Keadilan untuk Yosua

Kekasih Brigadir Yosua Ketakutan, Kini Mengundurkan Diri dari Pekerjaan

Vera Simanjuntak, kekasih Brigadir Yosua. sangat ketakutan. Dia bahkan mengundurkan diri dari pekerjaannya karena merasa tertekan

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
TribunJambi.com/Aryo Tondang
Vera Simanjuntak, kekasih Brigadir Yosua Hutabarat, saat ditemui usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jambi, Minggu (24/7/2022) 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAMBI -- Sempat disebut sebagai korban tewas dalam baku tembak antara sesama polisi,

Brigadir Yosua Hutabarat nyaris dikukuhkan sebagai baku tembak antara sesama polisi di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.

Pihak keluarga yang curiga atas sejumlah luka pada jenazah Yosua, sontak buka suara dan menuntut keadilan.

Penyelidikan pun digelar untuk menyingkap tabir yang menyelubungi kematian Brigadir Yosua. Tim khusus dari Mabes Polri antara lain meminta keterangan Vera Simanjuntak, kekasih Brigadir Yosua.

Vera Simanjuntak adalah seorang bidang di Merangin, Jambi.

Kabar terbaru menyatakan, kini Vera Simanjuntak sangat ketakutan. Dia bahkan mengundurkan diri dari pekerjaannya karena merasa tertekan.

Vera Simanjuntak diperiksa di markas Polda Jambi sejak Jumat (22/7/2022) hingga Minggu (24/7/2022). Dia disodori 32 pertanyaan oleh tim penyidik.

Ia juga ditanyai terkait dengan komunikasi terakhir dengan Brigadir J.

Kabar tentang kondisi terkini Vera Simanjuntak diungkap kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, Johnson Panjaitan.

"Dia merasa tertekan, akhirnya dia memilih mundur dari pekerjaan," kata Johnson Panjaitan, Kamis (28/7/2022), dikutip dari Tribun Jambi.

Johnson Panjaitan mengakui, pihaknya kecolongan perihal perlindungan terhadap saksi.

Vera Simanjuntak telah terkena dampak besar usai menjalani pemeriksaan. "Kami kecolongan. Sekarang ini secara riil pacar atau calon istri Brigadir Yosua sudah terkena dampak,” katanya.

Johnson Panjaitan menyebut, Vera Simanjuntak mendapatkan dampak besar akibat pemberitaan mengenai apa yang ia jelaskan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) saat diperiksa sebagai saksi.

Vera Simanjuntak kini disebut sangat ketakutan. "HP sudah disita, saya tidak tahu diganti atau tidak. Yang bersangkutan sudah sangat ketakutan," tambahnya.

Lebih lanjut, Johnson Panjaitan menilai bahwa ibu dari Brigadir J juga harus mendapat perlindungan.

Johnson Panjaitan menilai, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) lebih mementingkan perlindungan terhadap Irjen Ferdy Sambo dan istri.

Padahal menurutnya, tekanan pada saksi akan lebih besar setelah ada bukti-buki kuat untuk menetapkan tersangka.

Untuk diketahui, komunikasi terakhir Vera dengan Brigadir J terjadi beberapa menit sebelum Brigadir J dinyatakan tewas atau pada Jumat (8/7/2022) pukul 16.43 WIB.

Kini iPhone milik Vera disita tim penyidik guna kepentingan penyidikan.

Ponsel milik Vera tersebut akan diperiksa di laboratorium karena ada jejak komunikasi dengan Brigadir J.

Mengutip Kompas.com, Brigadir J sempat mencurahkan isi hatinya kepada Vera.

Brigadir J disebut bercerita bahwa ia sedang memiliki masalah hingga merasa terancam.

"Kalau tentang itu memang ada diceritakan. Sekitar seminggu sebelumnya ada pembicaraan yang mengarah ke sana," kata Ramos Hutabarat, pengacara Vera, Minggu (24/7/2022).

Jenazah Brigadir J diautopsi ulang pada Rabu (27/7/2022) oleh tim forensik gabungan guna kepentingan penyelidikan.

Proses autopsi ulang dilakukan di RSUD Sungai Bahar dengan penjagaan ketat personel Brimob Polda Jambi.

Jenazah Brigadir J kemudian dimakamkan kembali secara kedinasan di pemakaman d kawasan Sungai Bahar, Muaro Jambi, Jambi.

Sumber: TribunJambi.com

Baca Berita Lainnya: Google News

 

 

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved