Transformasi Digital

Bank Mandiri Resmikan 241 Smart Branch, Nasabah Bakal Lebih Sering Ketemu Self Service Machine

Bank Mandiri meresmikan 241 smart branch atau cabang digital. Smart branch mengutamakan layanan mandiri pada self service machine.

Penulis: Alex Suban | Editor: Ign Prayoga
Istimewa
Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi (kiri) dan Wakil Dirut Bank Mandiri Alexandra Askandar (kanan) menyimak penjelasan seorang general banker saat seremoni cabang digital di Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (29/7/2022). Layanan perbankan pada cabang digital lebih banyak dilakukan pada self service machine. 

TRIBUNTANGERANG.COM, BIINTARO -- Bank Mandiri meresmikan 241 smart branch atau cabang digital.

Kantor-kantor smart branch ini tersebar di banyak kota di Indonesia di antara di Bintaro, Tangerang Selatan, dan Bogor. Kantor cabang digital Mandiri mengintegrasikan digital channel dan self service machine.

Peresmian cabang smart branch sekaligus menandai transformasi digital ini dilakukan di Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (29/7/2022).

Seremoni cabang digital ini dipimpin oleh Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi.

Melalui siaran pers, manajemen Bank Mandiri menyatakan, melalui inovasi transformasi digital ini , kantor-kantor digital didesain untuk dapat mengakomodir kebutuhan nasabah berdasarkan tingkat adopsi digital dengan mengintegrasikan digital channel (Livin' dan Kopra) dan self service machine.

Untuk mendukung inisiatif digitalisasi cabang ini, Bank Mandiri juga melakukan pengembangan karier sumber daya manusia (SDM) lewat program Mandirian Siap Jadi Digital.

"Ternyata transformasi digital ini tidak menimbulkan pengurangan pegawai sama sekali," beber manajemen Bank Mandiri melalui keterangan tertulis.

Sebagai gambaran, cabang digital adalah kantor cabang yang hadir secara fisik. Seluruh layanan di smart branch dilakukan oleh nasabah secara mandiri pada self service machine.

Informasi dari kalangan perbankan, secara teori, smart branch tak butuh satu pun pegawai.

Semuanya dilakukan secara digital dan dikendalikan dari jarak jauh. Termasuk layanan customer service yang selama ini menjadi lini terdepan pada kantor cabang bank manapun.

Pembukaan rekening baru yang selama ini selalu dilakukan di depan pegawai bank, nantinya juga akan dilakukan di self service machine.

Namun konsep smart branch zero staff belum bisa diterapkan di Indonesia yang tingkat pemahaman digital di kalangan konsumen perbankan masih sangat beragam.

Oleh karena itu, bank-bank penyelenggara smart branch memutuskan untuk tetap menghadirkan pegawai di kantor-kantor digital atau smart branch. Jumlah pegawai di smart branch sangat sedikit, hanya tiga atau empat staf. Job desc mereka cenderung ke arah melayani nasabah yang belum menguasai fitur-fitur digital.

Konsep smart branch di dunia perbankan sudah muncul sejak lama. Pandemi Covid-19 membuat kalangan perbankan mempercepat kehadiran smart branch di tengah masyarakat. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved