Pandemi Covid19

Obat Kumur Povidone-Iodine dapat Kurangi Gejala Klinis Covid-19

kelompok pasien yang mendapat pengobatan standar dari pemerintah disertai dengan Povidone-Iodine dan Iota-Carrageenan alami penurunan gejala klinis

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Tangerang/Leonardus Wical Zelena Arga
Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran masih merawat pasien Covid-19 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Walaupun kasus Covid-19 sudah jauh menurun dibandingkan setahun lalu, namun, kejadian Covid-19 masih diwaspadai. Apalagi yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Penerapan protokol kesehatan (prokes) tetap dilakukan, bahkan Pemerintah kembali akan melakukan program booster vaksinasi Covid-19 kedua. Saat ini diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes).

Pada Juli lalu pun dilakukan uji klinis penggunaan Povidone dan Iota-Carrageenan pada pasien Covid-19 di Wisma Atlet.

Prof. drg. Rahmi Amtha, MDS., Sp.PM., Ph.D. belum lama ini mengatakan, uji klinis tersebut menunjukkan bahwa kelompok pasien yang mendapat pengobatan standar dari pemerintah disertai dengan Povidone-Iodine (PVP-I) dan Iota-Carrageenan (IO) mengalami pengurangan gejala subyektif klinis seperti demam, sakit tenggorok, batuk kering, dan gangguan pengecapan sejak hari kedua penggunaan obat-obatan tersebut dibandingkan kelompok pasien yang hanya mendapatkan obat standar dari pemerintah.

Uji Klinis Povidone-Iodine dan Iota-Carrageenan pada Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet merupakan riset independen yang dilakukan oleh tim investigator lintas institusi edukasi dan kesehatan yaitu:
1. Prof. drg. Rahmi Amtha, MDS, Sp,PM, PhD - Universitas Trisakti.
2. drg. Iwan Dewanto, MM., Ph.D - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
3. dr. Ahmad Hidayat, Grad. Dipl. Safety Sc, M.Sc - Lembaga Riset IDI.
4. drg. Indrayadi Gunardi, Sp.PM - Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti
5. dr. Putro Setyobudyo: Dokter Umum RSDC Wisma Atlet

Baca juga: Kasus Covid19 Melonjak, SMPN 30 Kota Tangerang dijadikan Ruang Isolasi

Prof. drg. Rahmi Amtha, MDS., Sp.PM., Ph.D., Guru Besar Ilmu Penyakit Mulut, Universitas Trisakti, mengungkapkan, hingga kini SARS-CoV-2 masih merajalela dan bahkan muncul varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 yang menyebabkan kenaikan kasus hampir mencapai 30.000 .

Menurut data, sebesar 41 persen virus ini ditemukan melalui jalur udara , mampu bereplikasi dalam saliva sebanyak 3,3 juta per mili liter dan mulut beserta nasofaring menjadi jalur utama sumber transmisi virus.

Uji klinis ini dilakukan dengan harapan dapat membuktikan manfaat PVP-I dan IO dalam mengurangi gejala klinis subyektif yang berhubungan dengan infeksi SARS-CoV-2.

Pemilihan PVP-I didasari bukti-bukti  antara lain:
1. Memiliki spektrum luas untuk melawan patogen oral termasuk bakteri, jamur, dan virus.
2. Terdapat banyak penelitian terkait manfaat PVP-I pada virus2 lain seperti MERS, SARS-Cov, hingga Flu Burung. , ,
3. Dapat menurunkan keparahan dan mempercepat penyembuhan pada kasus-kasus infeksi saluran respiratori atas seperti flu dan tonsilofaringitis.
4. Mampu membunuh 99,99 persen virus SARS CoV-2 dalam 30 detik (Berdasarkan studi in vitro oleh Duke-National University Singapore).
5. Penggunaan PVP-I dalam mulut dan hidung dengan konsentrat tertentu dinyatakan aman hingga pemakaian 5 bulan.

Baca juga: 3 Siswa SMPN 85 Pondok Labu Positif Covid-19, PTM Dihentikan Sementara, Begini Kronologinya 

Sedangkan Iota-Carrageenan memiliki kemampuan untuk membungkus virus di saluran hidung sehingga mencegahnya untuk menuju mukosa mulut dan tidak berpenetrasi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved