Kasus Korupsi

Mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin Bebas Bersyarat, Wajib Lapor ke Bapas Bogor

Walaupun sudah keluar dari Lapas Sukamiskin, Rachmat Yasin harus tetap melakukan wajib lapor.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Ign Agung Nugroho
Dok. Warta Kota
Mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin 

TRIBUNTANGERANG.COM, BOGOR - Rahmat Yasin, Bupati Bogor periode 2008-2014 akhirnya menghirup udara bebas.

Terpidana kasus gratifikasi ini dinyatakan bebas bersyarat setelah menjalani masa tahanan selama dua tahun dan delapan bulan di Lapas Sukamiskin, Bandung.

Hal itu diungkapkan Kalapas Sukamiskin Elly Yuzar, Selasa (2/8/2022). 

"Yang bersangkutan (Rachmat Yasin) bebas bersyarat," kata Elly. 

Walaupun sudah keluar dari Lapas Sukamiskin, Rachmat Yasin harus tetap melakukan wajib lapor.

"Dia masih bebas bersyarat. Jadi dia tetap wajib lapor ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor," jelasnya.

Sebagai informasi, Rachmat Yasin dipenjara setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 7 Mei 2014.

Kakak dari Bupati Bogor non aktif Ade Yasin ini, ditangkap terkait kasus suap pengurusan lahan di Puncak dan Sentul.

 

 

Ketika itu,  Rahmat Yasin menjabat Bupati Bogor periode kedua.

Saat OTT, tim KPK mengamankan uang miliaran rupiah.

Rachmat Yasin juga didakwa menerima gratifikasi berupa 20 hektare lahan dan mobil Toyota Vellfire.

Gratifikasi lahan 20 hektar diterimanya untuk pengurusan izin pesantren di kawasan Jonggol.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved