Kasus Korupsi

Mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin Bebas Bersyarat, Wajib Lapor ke Bapas Bogor

Walaupun sudah keluar dari Lapas Sukamiskin, Rachmat Yasin harus tetap melakukan wajib lapor.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Ign Agung Nugroho
Dok. Warta Kota
Mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin 

Sementara gratifikasi mobil diduga diterima dari seorang pengusaha.

Rachmat divonis 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 300 juta oleh Pengadilan Tipikor Bandung pada November 2014.

Dia pun menjalani hukuman dan baru bebas pada 8 Mei 2019.

Namun pada Juni 2019, Rachmat Yasin kembali terjerat kasus yang sama.

 

Baca juga: Ade Yasin Terjaring OTT KPK, Dianggap Akan Mengakhiri Trah Yasin dan Menurunkan Elektabilitas PPP

Baca juga: Ade Yasin Sebut Anak Buahnya Berinisiatif Menyuap Auditor BPK Biar Dapat WTP

 

Rachmat Yasin didakwa menerima gratifikasi uang sebesar Rp 8,9 miliar untuk kepentingan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bogor 2013 dan Pemilihan Legislatif 2014.

Dia diduga memalak dan menyunat para satuan perangkat kerja daerah (SKPD) selama menjabat Bupati Bogor.

Atas kasus ini, Rachmat Yasin divonis  melalui putusan

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung memutuskan vonis 2 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan penjara pada 22 Maret 2021.

Rachmat Yasin kemudian dieksekusi KPK ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Hari ini, Selasa (2/8/2022), ia resmi bebas bersyarat dari penjara. (ron)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved