Berita Jakarta

PDIP Kritisi Kebijakan Anies Baswedan yang Ubah Rumah Sakit jadi Rumah Sehat

Menurut Gilbert Simanjuntak, penamaan rumah sakit menjadi rumah sehat akan menimbulkan kerancuan.

Tribun Tangerang/Leonardus Wical Zelena Arga
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta mengkritisi kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang mengubah nama rumah sakit menjadi rumah sehat.

Partai peraih kursi terbanyak di Parlemen Kebon Sirih, Jakarta Pusat ini menganggap kebijakan tersebut bisa membingungkan masyarakat.

 

Baca juga: Dinkes Kota Tangerang Mulai Salurkan Vaksinasi Booster ke-2 Bagi 15 Ribu Tenaga Kesehatan

 

"Penamaan rumah sakit menjadi rumah sehat akan menimbulkan kerancuan,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak, Rabu (3/8/2022).

Jika mengartikan bahasa Inggris hospital, kata dia, akan menjadi dua arti yaitu rumah sehat untuk RSUD DKI Jakarta dan Rumah Sakit buat RS di luar RSUD.

Padahal keduanya mempunyai arti yang berbeda dalam pengelolaan fasilitas kesehatan tersebut.

"Ini akan membingungkan mereka yang sekolah. Ini sama seperti arti rumah singgah yang beda dari rumah tinggal. Secara nasional juga RS masih singkatan Rumah Sakit, bukan Rumah Sehat,” kata Gilbert.

“Artinya DKI tidak boleh sembarangan menggantinya tanpa membicarakan hal ini dengan ahli tata bahasa dan meminta pendapat dari Kemenkes,” lanjut Gilbert yang juga menjadi anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta.

 

 

Menurutnya, perubahan nama ini bukan seperti penamaan jalan yang merupakan wewenang DKI dan tidak jelas alasannya, membingungkan dan menimbulkan penolakan masyarakat.

Apalagi perubahan nama RS dilakukan dua bulan menjelang berakhir jabatan.

Secara mendasar, ujar dia, tidak ada yang dilakukan Gubernur Anies selama menjabat, untuk RS di DKI.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved