Jumat, 24 April 2026

Suplai Listrik ke Kawasan Bandara Makin Terjamin Setelah PLTU Lontar Extension Beroperasi

PLTU Lontar Extension sangat krusial dalam memberikan suplai listrik untuk menyokong seluruh kegiatan di DKI Jakarta dan Banten.

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Tribunnews/Jeprima
ilustrasi: PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (PLN UIP JBB) melaksanakan First Coal Firing dan Synchronization pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension di Desa Lontar, Kabupaten Tangerang. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Suplai listrik ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan kawasan-kawasan industri di sekitarnya bakal semakin terjamin.

Kondisi tersebut terjadi setelah PLTU Lontar Extension dioperasikan sepenuhnya.

General Manager PLN UIP Jawa Bagian Barat (JBB), Octavianus Padudung mengatakan, PLTU Lontar Extension sangat krusial dalam memberikan suplai listrik terbaik untuk menyokong seluruh kegiatan di DKI Jakarta dan Banten.

Suplai listrik yang terjaga, imbuhnya, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, bisnis dan industri yang kini menggeliat setelah dua tahun diantam pandemi.

"Saat ini listrik merupakan kebutuhan primer yang harus terpenuhi sehingga kita harus terus bergerak untuk menyediakan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat," kata Octavianus Padudung, Selasa (2/8/2022).

PLTU Lontar Extension akan menambah kapasitas daya sebesar 315 MW untuk pasokan setrum Bandara Soekarno-Hatta maupun kawasan industri di sekitarnya.

Sebagai informasi, Bandara Soekarno-Hatta dikelilingi sejumlah kantong industri di antaranya Batu Ceper, Dadap, Kosambi, hingga Kotabumi.

Memiliki lokasi di dekat Pantai Indah Kapuk (PIK), kawasan bandara dan sekitarnya juga berpotensi untuk berkembang menjadi kawasan hunian koridor PIK-Teluk Naga.

Octavianus Padudung menjelaskan, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Jawa Bagian Barat (JBB) melaksanakan First Coal Firing dan Synchronization di PLTU Lontar Extension.

"Keberhasilan pada tahapan ini merupakan suatu keberhasilan milestone proyek pembangkit karena menggunakan batubara rendah kalori yang didatangkan dari Sumatera dan Kalimantan," kata Octavianus Padudung.

Tahap First Coal Firing & Synchronization ini merupakan rangkaian setelah keberhasilan tahap first synchronization.

"Diawali first steam admission pada 26 Mei 2022 dan dilanjutkan dengan synchronization pada 13 Juni 2022, kini kami telah berhasil melakukan first coal firing and synchronization," ungkap Octavianus.

Octavianus Padudung mengatakan PLTU Lontar Extension memanfaatkan batubara rendah kalori dengan nilai kalori (HHV) 4.200 kcal/kg.

Menurutnya, penggunaan batubara rendah kalori ini sebagai langkah untuk mendukung industri lokal.

Octavianus Padudung juga menyatakan PLTU Lontar Extension dibangun menggunakan teknologi Boiler Supercritical yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pembangkitan.

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan PLTU Lontar Extension telah menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja lokal dan direncanakan beroperasi secara komersial (COD) pada bulan Desember 2022.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap Lontar Extension berlokasi di Desa Lontar di kawasan pantai Mauk, Kabupaten Tangerang. PLTU ini dikendalikan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Jawa Bagian Barat (JBB). [*]

Sumber: Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved