Kemerdekaan RI

Pedagang Bendera Musiman Menjamur di Trotoar Jalan Siliwangi, Raup Untung hingga Jutaan Rupiah

Pedagang bendera dan pernak pernik HUT ke-77 Kemerdekaan RI  77 menjamur di Jalan Siliwangi, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang
Penjualan bendera Merah Putih menyambut HUT ke-77 Kemerdekaan RI di trotoar Jalan Siliwangi, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Senin (8/8/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pedagang bendera dan pernak pernik HUT ke-77 Kemerdekaan RI  77 menjamur di Jalan Siliwangi Raya, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Pantauan Tribuntangerang.com, pedagang bendra Merah Putih musiman membuka lapaknya di trotoar sisi kanan dan kiri Jalan Siliwangi sejak dari Bundaran Pamulang.

Mereka mengadu nasib, mencari rezeki dari para pembeli yang ingin meramaikan perayaan Kemerdekaan RI.

Widodo, salah satu pedagang mengatakan, dia mendapat berkah karena penjualan benderanya naik tiga kali dari biasanya.

"Alhamdulillah lancar dan bisa nafkahi anak," ucap Widodo, Senin (8/8/2022).

Dia menjual bendera berukuran 90 cm hingga 180 cm.

Menurutnya, tahun ini ada kenaikan harga bendera.

Ukuran selembar bendera berbahan kain yang paling kecil dijual Rp 60.000 dan ukuran besar Rp 80.000.

"Sehari biasanya terjual 50 bendera," ucapnya.

Baca juga: Juru Parkir di Pamulang Beli Bendera Pakai Receh Demi Pasang Merah Putih di Depan Rumah

Baca juga: Pedagang Bendera Musiman Ceria Lagi setelah 2 Tahun Telan Kekecewaan Gara-gara Covid-19

Penjualan bendera Merah Putih menyambut HUT ke-77 Kemerdekaan RI di trotoar  Jalan Siliwangi, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Senin (8/8/2022).
Penjualan bendera Merah Putih menyambut HUT ke-77 Kemerdekaan RI di trotoar Jalan Siliwangi, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Senin (8/8/2022). (Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang)

Sedangkan pedagang bendera lainnya, Saudi tidak seberuntung Widodo.

Saudi mengaku, penjualan bendera tahun ini tak sebanyak tahun lalu.

"Tetap laris sih iya. Tapi tahun ini yang jual juga banyak mas. Dua kali lipat dibanding tahun lalu. Tapi Alhamdulillah tetap adalah buat dibawa pulang," katanya.

Tahun lalu, dia bisa meraup uang hingga Rp 12 juta dari penjualan benderanya.

Namun, saat ini jumlah uang yang dikumpulkannya masih jauh dari tahun lalu.

"Kalau omzet sekarang sih ada jutaan. Tapi sepertinya tidak seperti tahun lalu deh," pria yang telah berdagang bendera musiman sejak enam tahun lalu ini. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved