Belasan WNI Korban Mafia Judi Kamboja Pulang ke Tanah Air Lewat Bandara Soekarno-Hatta

Sebanyak 14 WNI berstatus imigran gelap di Kamboja, dipulangkan ke Tanah Air. Mereka tertipu dan dipaksa bekerja pada mafia judi online Kamboja.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Ign Prayoga
Tribuntangerang.com/Gilbert Sem Sandro
Sebanyak 14 warga negara Indonesia (WNI) yang korban penipuan mafia judi online di Kamboja kembali ke Tanah Air melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (8/8/2022) petang. 

TRIBUNTANGERANG.COM, BANDARA -- Sebanyak 14 warga negara Indonesia (WNI) berstatus imigran gelap di Kamboja, dipulangkan ke Tanah Air.

Belasan orang tersebut terdiri atas pria dan wanita yang sebagian mengenakan pakaian warna putih dan hitam.

Pantauan TribunTangerang.com, 14 orang tersebut tiba di Terminal 3 Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (8/8/2022) pukul 18.00 WIB.

Mereka disambut Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani; Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Judha Nugraha; penyuluh Masyarakat Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Kemenko PMK, otoritas Bandara Soekarno-Hatta, serta dijaga ketat personel TNI-Polri.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan, 14 imigran gelap yang dipulangkan itu merupakan gelombang ke-3 pemulangan korban penipuan perusahaan online scam di Kamboja.

"Alhamdulillah hari ini 14 pekerja migran ilegal korban penipuan perusahaan online scam di Kamboja kembali tiba dengan selamat di Tanah Air," ujar Benny Rhamdani saat diwawancarai awak media.

"Para pekerja migran ini dipulangkan kembali ke Indonesia oleh Kemenlu RI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh," imbuhnya.

Setibanya di Indonesia, belasan orang tersebut dibawa menuju Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Kementerian Sosial RI di Cipayung, Jakarta Timur.

Nantinya setelah menjalani masa rehabilitasi, mereka akan dipulangkan kembali ke daerah asal masing-masing.

"Secara umum kondisi fisik mereka baik, tapi untuk kondisi psikologis mereka tentunya masih perlu menjalani konseling lebih lanjut di RPTC," kata Benny Rhamdani.

"Karena selama berada di Phnom Penh, para korban juga sempat ditampung sementara di tempat yang disediakan oleh KBRI, sambil dilakukan asesmen awal guna mengetahui kondisi fisik dan psikologis para korban," imbuh dia.

Menurut Benny Rhamdani, langkah penyelamatan terhadap para pekerja migran tersebut merupakan bukti keterlibatan negara yang tidak membeda-bedakan para pekerja migran yang berangkat secara resmi atau tidak

"Pemulangan pekerja migran ini adalah bukti bahwa negara tidak pilih-pilih dalam melakukan upaya penyelamatan pekerja Indonesia di luar negeri," ucapnya.

"Karena, sepanjang pekerja merupakan warga negara Indonesia, hukum tertinggi adalah keselamatan warga negara," kata Benny Rhamdani. (m28)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved