Kasus Brigadir J

Komnas HAM Tunda Panggil Irjen Ferdy Sambo, Kematian Brigadir J Ada Indikasi Pelanggaran HAM

Menurut Anam, pihaknya menemukan adanya dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di kasus tersebut.

Tribun Tangerang/Miftahul Munir
Irjen Ferdy Sambo memberikan keterangan seusai menjalani pemeriksaan selama tujuh jam di ruang penyidik Bareskrim Polri atas kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamis (4/8/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Komisi Hak Asasi manusia (Komnas HAM) menunda untuk memintai keterangan Irjen Ferdy Sambo yang kini diamankan di Mako Brimob Polri dan menjadi tersangka terkait kematian Brigadir Nofriyansah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Rencananya hari ini, Kamis (11/8/2022), pukul 14.00 WIB, Komnas HAM menjadwalkan pemeriksaan pada mantan Kadiv Propram Polri tersebut.

 

Baca juga: Kadiv Humas Mabes Polri Pastikan Bharada E Gunakan Senpi Pribadi saat Tembak Brigadir J

 

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan, penundaan ini karena pihaknya  mendapat konfirmasi dari Ketua Tim Khusus (Timsus) Polri, Komjen Agung Budi Maryoto, bahwa Irjen Ferdy Sambo masih dilakukan pendalaman oleh penyidik. 

"Karena memang ini proses penegakan hukum penyidikan, dan kami menghormati terhadap keputusan tersebut, dan tetap menunggu kapan bisa kami lakukan pemeriksaan," ujar Anam di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/8/2022).

Penundaan pemeriksaan pihak Komnas HAM terhadap Irjen Ferdy Sambo, belum diketahui sampai kapan waktunya. 

"Penyidik sedang melakukan pendalaman, proses pendalaman itu, tergantung waktunya, pendalaman apa yang mereka dapatkan,makanya kami minta, supaya jika sudah selesai, mohon kami dikabari," ucap Anam. 

Indikasi Pelanggaran HAM

Sementara itu, Komnas HAM terus menyelidiki kasus dugaan tewasnya Brigadir J.

Menurut Anam, pihaknya menemukan adanya dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di kasus tersebut.

"Adanya obstruction of justice menjadikan indikasi kuat bagian dari pelanggaran HAM," katanya. 

Obstruction Of Justice adalah dugaan perusakan tempat kejadian perkara (TKP) dan pengaburan cerita.

 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved