Kasus Brigadir J

Eks Komandan Pengejar Pengawal Rizieq Shihab Turut Dikurung Provos Gara-gara Ikuti Skenario FS

eks komandan pengejar laskar FPI dan tiga pamen Polda Metro Jaya jadi korban skenario FS dalam kasus tewasnya Brigadir Yosua.

Penulis: | Editor: Ign Prayoga
Dok Tribun/kolase Divpropampolri
Irjen Ferdy Sambo ditempatkan di ruang khusus Mako Brimob Kelapa Dua, Depok oleh Inspektorat Khusus (Irsus) pada Sabtu (6/8/2022) sore. Selain eks komandan pengejar laskar FPI dan tiga pamen lain yang terlibat skenario FS juga ditahan oleh Biro Provos Polri. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Empat perwira menengah (pamen) Polda Metro Jaya jadi korban skenario FS alias Irjen Ferdy Sambo dalam kasus tewasnya Brigadir Yosua.

Keempat perwira tersebut seluruhnya adalah reserse Polda Metro Jaya. Mereka terdiri atas tiga Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dan seorang Komisaris Polisi (Kompol).

Salah satu pamen adalah eks komandan tim pengejar pengawal Rizieq Shihab atau laskar FPI.

Kini, keempatnya ditahan di Biro Provos Polri lantaran diduga melanggar kode etik dan tidak profesional dalam menangani tempat kejadian perkara penembakan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Durentiga, Jakarta Selatan.

Keempat perwira menengah yang ditahan di tempat khusus Provos Mabes Polri adalah:

1. AKBP Handik Zusen yang jabatannya adalah Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya

2. AKBP Raindra Ramadhan Syah selaku Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya

3. AKBP Pujiyarto yang menjabat sebagai Kasubdit Renakta Polda Metro Jaya

4. Kompol Abdul Rohim selaku Kanit Dua Jatanras Polda Metro Jaya

Berikut rekam jejak dari keempat perwira menengah Polda Metro Jaya tersebut dikutip dari berbagai sumber:

1. AKBP Handik Zusen

AKBP Handik Zusen adalah komandan pengejar pombongan Rizieq Shihab. Dia juga pernah memimpin penangkapan John Kei.

AKBP Handik Zusen merupakan lulusan Akpol pada tahun 2003.

Dia sudah lama berkarier di Polda Metro Jaya dan pernah menjabat sebagai Kanit V Subdirektorat Reserse Mobil Polda Metro Jaya.

Selain itu, ia juga pernah menjadi komandan dalam insiden pembuntutan rombongan Habib Rizieq terkait kasus bentrok FPI-Polri yang menewaskan enam anggota laskar FPI.

Handik pun pernah menjadi saksi dalam kasus ini ketika dihadirkan oleh jaska penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 9 November 2021.

Rekam jejak lain dari Handik adalah dirinya pernah memimpin penangkapan John Kei dan anak buahnya.

Dirinya dengan tim gabungan Polda Metro Jaya menangkap John Kei terkait adanya penyerangan rumah milik Nus Kei di Perumahan Green Lake City di Kota Tangerang pada tahun 2020.

Pada penangkapan tersebut, Hendik dan tim gabungan menangkap 15 orang.

2. AKBP Raindra Ramadhan Syah

Pada saat penanganan kasus kerumunan dari Habib Rizieq Kasubdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Raindra Ramadhan Syah pernah bersitegang dengan anggota FPI.

Raindra dan anggota FPI bersitegang lantaran adanya penghalangan jalan aparat kepolisian ketika hendak masuk ke dalam gang rumah Habib Rizieq.

Peristiwa ini terjadi pada 29 November 2020 lalu.

"Saya harap kami diberi jalan. Kami ini kepolisian dan ini wilayah NKRI jadi hak kami untuk melintas," tuturnya.

Ketika itu, sebenarnya pihak kepolisian diperbolehkan untuk memasuki gang ke arah rumah Habib Rizieq, tetapi untuk jumlahnya dibatasi.

Hanya saja, syarat yang diajukan perwakilan FPI itu ditolak oleh Raindra.

Dirinya beralasan gang yang akan dilalui oleh jajarannya adalah milik warga dan bisa diakses siapapun.

Akhirnya, Raindra menyetujui keinginan pihak FPI dan memerintahkan tiga anggota jajarannya untuk masuk.

"Ya sudah tapi tiga orang tim kami saja dari Ditreskrimum. Sisanya satu Bimas dan satu Babinsa," katanya.

3. AKBP Pujiyarto

Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Pujiyarto pernah terlibat dalam pengungkapan kasus prostitusi online di dua hotel di Jakarta Barat.

Dikutip dari Tribun Jakarta, pihak Polda Metro Jaya menangkap 75 orang terkait kasus ini.

Rincian dari 75 orang yang ditangkap itu juga ditemukan ada 18 orang anak di bawah umur yang diperjual belikan.

AKBP Pujiyarto mengatakan modus dari prostitusi online ini adalah pelaku menjebak korban dengan berpura akan menjadikannya pacar dan diajak untuk menuju ke sebuah hotel.

"Pelaku dengan anak korban berkenalan melalui media sosial yaitu Facebook, Instagram dan michat. Pelaku kemudian menjadikan pacar dan mengajak anak korban untuk menginap di hotel selama beberapa hari," jelasnya.

4. Kompol Abdul Rohim

Profil dari Kanit 2 Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Abdul Rohim tidak terlalu banyak beredar di dunia maya.

Namun, sebagai informasi unit Jatanras memiliki tugas untuk melakukan penyelidkna dan penyidikan terhadap pengungkapan kasus tindak pidana yang berkaitan dengan pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, ancaman terhadap negar, perjudian dan bertanggung jawab langsung kepada Kasatreskrim dikutip dari satreskrimpolressurabaya.com.

Sementara secara lebih detail, tugas yang diemban oleh Kompol Abdul Rohim dalam unit Jatanras untuk mengontrol jalannya penyelidikan dan perkembangan hasil penyidikan.

Selain itu tugas dari Kanit Unit Jatanras adalah memberi saran dan pendapat kepada pimpinan dalam rangka penanganan kasus prioritas dan menonjol serta melakukan koordinasi dengan unit lainnya. (Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved