Kesehatan

Pengenalan Gejala Dini Kanker pada Anak, Waspadai Bila Sering Mimisan

Sampai saat ini penyebab kanker anak masih diperdebatkan. Banyak faktor yang memengaruhi.

pexels/gustavo-fring
Leukemia Akut Lebih Rentan Menyerang Anak-Anak Dibanding Dewasa 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Sampai saat ini penyebab kanker anak masih diperdebatkan. Banyak faktor yang memengaruhi.

Secara umum, kanker terjadi karena onkogen, gen yang menyebabkan pembelahan sel tidak terkendali dan bertransformasi ke arah ganas meningkat.

Akibatnya terjadi ketidakseimbangan antara supresor tumor (pembunuh sel) dengan onkogen, dipengaruhi faktor dari dalam (faktor genetik) maupun dari luar tubuh (lingkungan), misalnya paparan bahan kimia, radiasi, atau infeksi virus.

Hal tersebut dikemukakan Dokter Spesialis Anak Dr. Rogatianus Bagus Pratignyo, MKes, SpA(K) saat webinar yang diadakan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) tentang 'Pengenalan Gejala Dini Kanker pada Anak' belum lama ini.

Ia melanjutkan bahwa tantangan global penanganan kanker pada anak sangat banyak.

Pertama data statistisk tidak menggambarkan angka sebenarnya.

"Ini berkaitan dengan akses pelayanan yang masih terjadi kesejangan antara negara maju dengan negara berkembang, sehingga ini mempengaruhi angka kesembuhan," jelas dr Rogatianus.

Setiap anak dengan kanker berhak mendapatkan pelayanan yang adekuat dan bukan hanya milik kalangan tertentu saja.

Baca juga: Cukur Rambut Sambil Berdonasi untuk Pasien Kanker, Begini Caranya

Baca juga: Sebelum Divonis Kanker Rahim, Feby Febiola Akui Jadi Cewek Pedendam

Sementara di Indonesia, memiliki  wilayah yang luas dan penduduk besar menyebabkan kejadian kanker anak juga tinggi.

Data RSCM maupun nasional, kanker anak leukemia paling tinggi dengan puncak kasus di usia 5 tahun.

Peningkatan kasus kanker anak di Indonesia terus meningkat, dan masalah besarnya adalah terlambat diagnosis, masyarakat kurang sadar tentang kanker, dan akses pelayanan yang kurang.

Masyarakat yang sudah terdiagnosis kanker juga kerap meninggalkan atau mengabaikan kanker.

Secara umum, tantangan yang ada diantaranya:

- Tenaga ahli hanya ada 62 dokter konsultan hematologi onkologi anak dan tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia, terpusat di kota besar.
- Faktor pasien, misalnya status nutrisi buruk, sosial ekonomi, edukasi dan pengetahuan, transportasi dan komunikasi, infeksi.
- Pelayanan kesehatan: fasilitas diagnostik kurang, biaya pengobatan tinggi, pasien yang terlalu banyak karena terus meningkat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved