Tangerang Raya

Dinas Sosial Kota Tangerang Anggarkan Rp 187 Juta untuk 7.500 Nasi Bungkus saat Terjadi Bencana

Dinas Sosial Kota Tangerang mengalokasikan dana penanganan bencana Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 217 Juta.

Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang
Sanjaya, Kepala Bidang Pelindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Tangerang. Dia mengatakan, Dinas Sosial Kota Tangerang menyediakan anggaran korban bencana Rp 217 juta. Rinciannya, Rp 187 juta untuk nasi bungkus dan Rp 30 juta untuk tenaga yang menyediakan nasi bungkus. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Dinas Sosial Kota Tangerang mengalokasikan dana penanganan bencana Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 217 Juta.

Rinciannya, sebanyak Rp 187 juta untuk pembelian 7.500 nasi bungkus dan Rp 30 juta untuk biaya pembuatan makanan darurat di dapur umum.

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Tangerang, Sanjaya mengatakan, anggaran tersebut disalurkan apabila terjadi bencana di masyarakat seperti banjir dan kebakaran. 

"Iya, untuk alokasi nasi bungkus anggarannya Rp 187 juta, lalu Rp 30 juta dialokasikan untuk kebutuhan dapur umum," ujar Sanjaya kepada awak media, Senin (15/8/2022).

"Biasanya dana itu disalurkan untuk penanganan korban bencana seperti banjir, kebakaran, atau bencana lainnya," katanya lagi.

Dia menerangkan, alokasi anggaran penanganan bencana tersebut tergolong kecil.

Pasalnya, saat terjadi bencana, penyaluran bantuan korban kerap dibantu donatur yang memberikan sumbangan.

Hal tersebut dinilai lebih efisien dalam segi jumlah anggaran yang dikeluarkan.

Baca juga: Warga yang Bakal Mendapat BLT Minyak Goreng Masih Didata Dinas Sosial Kota Tangerang

Baca juga: Dinas Sosial Salurkan 1000 Paket Sahur untuk Korban Banjir di 17 Titik di Kota Tangerang

"Kalau anggarannya sampai miliaran, enggak terserap, karena bencana itu kan enggak bisa diprediksi dan direncanakan kapan datang atau melanda."

"Lagipula biasanya kalau ada atau terjadi bencana, banyak donatur atau masyarakat yang turun tangan dan ikut membantu memberikan sumbangan," katanya.

Apabila anggaran untuk penanganan bencana tersebut kurang, pihaknya masih dapat mengajukan penambahan dana.

Pengajuan tersebut dilakukan kepada Pemkot Tangerang, kemudian dilakukan pembahasan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang.

"Kalau misalnya anggarannya masih kurang, kita kan masih bisa pakai ABT," ucapnya.

"Tapi biasanya enggak (kurang) karena sudah ada prediksi antisipasi kapan terjadinya bencana, contoh bencana banjir, kan kita bisa tau itu terjadi di akhir atau awal tahun," kata Sanjaya.

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved