Berita Viral

Wanita Bermobil Mercy Pengutil Cokelat di Alfamart Cisauk Diduga Lakukan Hal Sama di Transmart

Wanita bermobil Mercy yang mencuri cokelat di Alfamart Cisauk, Tangsel, diduga adalah orang yang sama dengan wanita yang ditangkap di Transmart.

Penulis: Rafzanjani Simanjorang | Editor: Ign Prayoga
Istimewa
Wanita yang diduga ngutil cokelat di Alfamart Cisauk diduga adalah orang yang sama pada kejadian di Transmart, Januari 2022. Kasus di Alfamart Cisauk berujung ke laporan polisi dan pengacara Hotman Paris pasang badan untuk membela Amelia, pegawai Alfamart Cisauk. 

TRIBUNTANGERANG, SERPONG -- Dugaan pencurian cokelat di Alfamart Cisauk, Tangsel, yang dilakukan Mariana Ahong berujung ke polisi. Pengacara Hotman Paris pasang badan untuk membela Amelia, pegawai Alfamart Cisauk, yang diduga diintimidasi oleh Maria Ahong, Senin (15/8/2022).

Kisah Amelia yang menangkap Mariana Ahong atas dugaan mencuri cokelat, menjadi berita viral. Di tengah ramainya berita viral ini, muncul foto Mariana Ahong bersama pria berbaju safari yang tampaknya adalah petugas satpam supermarket.

Jejak digital menunjukkan foto tersebut dibuat Januari 2022. Sedangkan narasi penyerta menyatakan Mariana Ahong pernah terciduk di Transmart. Kasusnya hampir sama dengan kejadian di Alfamart Cisauk, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pekan lalu.

Pada kejadian Januari lalu, Mariana diproses petugas satpam dan diminta menandatangani surat pernyataan. Mariana kemudian difoto satu frame bersama petugas satpam dan surat pernyataan.

Netizen pun mengecam Mariana Ahong.

Hotman Paris Hutapea mengutus putranya, Frank Hutapea, untuk menjadi pengacara Alfamart dan karyawan Alfamat kasus dugaan pengutil cokelat dan pengancaman.

Frank Hutapea mengatakan, dia membuat dua laporan sekaligus dari dua kliennya tentang dugaan pencurian dan pengancaman, di Polres Tangsel, Senin (15/8/2022).

Barang yang diduga dicuri barang milik Alfamart di Cisauk, Kabupaten Tangerang.

"Barusan sudah selesai di-BAP (Berita Acara Pemeriksaan-Red) dari Alfamart dan dari karyawati untuk ancaman dan untuk pencurian," ujar Frank Hutapea.

Dia akan menunggu perkembangan penyidik setelah membuat laporan polisi tersebut.

Kliennya, kata Frank Hutapea, ditakut-takuti dengan UU ITE untuk mengklarifikasi sesuatu.

"Kejadian pencurian di hari Satu, pengancamannya dilakukan pada hari Minggu," kata Frank.

Menurutnya, CCTV juga memperlihatkan pencurian di swalayan tersebut.

Frank menepis bahwa kasus itu telah selesai antara kedua belah pihak.

"Jadi jika saya tanya, jika teman-teman wartawan di sini. Kalau mas wartawan bekerja dengan inventaris kantor, kemudian dicuri. Apakah permohonan mas selesai? Itu pertanyaan hukumnya."

"Ini barang kan milik Alfamart. Itu barang-barang milik perusahaan di mana karyawan itu bekerja. Itu poin pentingnya," ujarnya.

Jika ada omongan-omongan di luar, menurut Frank, penyidik yang akan memutuskan.

Selain itu, Alfamart ingin nama karyawannya dipulihkan. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved