Bank Mandiri Kalah di Pengadilan Tinggi Jateng, Harus Bayar Rp 5 Miliar Lebih ke Nasabah

Bank Mandiri kalah di tingkat banding di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah dan harus membayar Rp 5,8 miliar kepada nasabah bernama Moch Imam Rofi'i.

Editor: Ign Prayoga
TribunJateng.com/Rifqi Gozali
Humas Pengadilan Negeri Kudus, Rudi Hartoyo 

TRIBUNTANGERANG.COM, KUDUS -- Pengadilan Tinggi Jawa Tengah menguatkan putusan Pengadilan Negeri Kudus atas perkara Bank Mandiri versus nasabah Moch Imam Rofi'i.

Fakta bahwa Bank Mandiri kalah di pengadilan ini diungkap humas Pengadilan Negeri Kudus, Rudi Hartoyo.

Atas putusan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah tersebut, Bank Mandiri harus membayar Rp 5,8 miliar kepada nasabah bernama Moch Imam Rofi'i.

Rudi Hartoyo menjelaskan, putusan Pengadilan Tinggi Jateng telah keluar pada 15 Agustus 2022.

"Amar putusan menguatkan amar putusan Pengadilan Negeri Kudus nomor 59/ Pdt.G/2021/PN Kds," kata Rudi, Selasa (16/8/2022).

Putusan pengadilan tinggi yang menguatkan putusan sebelumnya, kata Rudi, menunjukkan bahwa pertimbangan dalam putusan Pengadilan Negeri Kudus disetujui.

"Pengadilan tinggi tidak membatalkan putusan, hanya menguatkan putusan," katanya.

Meski kalah di pengadilan tinggi, Bank Mandiri masih punya waktu 14 hari untuk melakukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung.

"Kalau sudah lewat, hari yang ke-15 tidak ajukan kasasi sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah, pemohon atau penggugat melaksanakan ekskusi melalui kepala pengadilan," kata dia.

Sebagai informasi, putusan Pengadilan Negeri Kudus berbunyi: mengabulkan gugatan untuk sebagian. Selanjutnya, putusan pengadilan menyatakan bahwa tergugat atau Bank Mandiri melakukan perbuatan melawan hukum.

Kemudian menghukum tergugat Bank Mandiri untuk membayar kerugian yang diderita oleh penggugat atas pembobolan rekening penggugat sebesar Rp 5,8 miliar.

Selain itu, dalam putusan juga disebutkan jika tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini sebesar Rp 399.500.

Kasus pembobolan uang nasabah bank pelat merah ini muncul Oktober 2021. Penggugat adalah nasabah bank tersebut Moch Imam Rofi’i yang menggugat Bank Mandiri Persero Tbk Pusat Cq PT Bank Mandiri Persero Tbk Kantor Cabang Kudus.

Isi petitum dalam gugatan tersebut, bahwa Bank Mandiri telah melakukan perbuatan melanggar hukum yang mengakibatkan penggugat mengalami kerugian sebesar Rp 5,8 miliar.

Sementara itu, kuasa hukum Moch Imam Rofi'i, Nur Sholikin, mengatakan fakta persidangan yang telah terungkap memang selayaknya dikuatkan.

"Memang klien kami Moch Imam Rofi'i terbukti selaku korban atas adanya tindakan kelalaian Bank Mandiri sehingga uang yang disimpan di situ hilang," kata Sholikin.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Kudus yang dikuatkan Pengadilan Tinggi Jateng, Sholikin berharap agar putusan tersebut segera dilaksanakan.

"Kalau masalah Bank Mandiri kasasi, kami akan mengikuti prosedur yang ada. Kami siap menyiapkan kontra kasasi. Keputusan pengadilam tinggi (Bank Mandiri) telah melakukan perbuatan melawan hukum," katanya. (TribunJateng.com | Rifqi Gozali)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved