Kesehatan

Netizen Bahas Klepto, Apa Penyebabnya dan Bisakah Disembuhkan

Istilah klepto atau kleptomania, trending seiring munculnya kasus ibu-ibu yang mengambil cokelat dan sampo di Alfamart. Kenali apa itu klepto

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Istimewa
Ilustrasi klepto 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Istilah klepto, resminya kleptomania, trending Twitter seiring video viral ibu ibu bermobil Mercy pengutil cokelat dan sampo di Alfamart, Cisauk, Tangerang Selatan (Tangsel). Netizen menduga ibu-ibu bermobil Mercy pengutil cokelat tersebut mengidap kleptomania.

Berdasarkan Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ), klepto atau kleptomania termasuk dalam gangguan kepribadian, kebiasaan, dan impuls.

Pemahaman tentang klepto juga perlu dimiliki oleh setiap orang yang memperhatikan kesehatan anak dan kesehatan keluarga. Kenali penyebab klepto, kenali gejalanya, dan lakukan pencegahan atau koreksi sedini mungkin. Penting juga memahami apakah klepto bisa disembuhkan, jika bisa disembuhkan bagaimana caranya.

Melansir Kompas.com, psikolog klinis dan dosen Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata, Christin Wibhowo menjelaskan, ciri orang yang mengalami klepto adalah sering mengutil dan mencuri barang secara berulang.

Christin menjelaskan, umumnya, orang yang menderita klepto itu mengambil atau mencuri barang yang tidak dibutuhkannya atau yang tidak menguntungkan bagi dia.

Tetapi, tindakan itu muncul karena penderita mengalami kecemasan dan menjadi impulsif. Impulsif itu kemudian disalurkan atau dipuaskan dengan cara mengambil barang orang lain.

"Sebab, jika dia tidak mengambil barang, maka kecemasannya memuncak. Jadi orang itu ketika mengambil barang ada perasaan lega,

tapi kemudian ada rasa bersalah, dan menimbulkan depresi," ujar Christin.

Sementara itu, jika seseorang yang menderita klepto tidak bisa menahan diri ketika kecemasan itu muncul, maka dia akan terus mengutil atau mengambil barang milik orang lain tanpa izin.

Christin menyampaikan, perbuatan mengutil itu jika dibiarkan justru akan memperparah perilaku klepto, meski kecemasan penderita jadi berkurang.

Ada beberapa macam penyebab seseorang bisa muncul perilaku klepto.

Pertama, karena adanya trauma di kepala sehingga syaraf di otak mengalami gangguan.

Kedua, orang tersebut tidak bisa mengatasi persoalan-persoalan yang tidak dia sadari.

Sementara itu, setiap manusia tentu mengalami persoalan atau permasalahan masing-masing, hanya saja bagaimana cara dia merampungkan persoalan tersebut yang berbeda-beda.

Atau sebaliknya, justru ada orang yang belum bisa merampungkan persoalan, namun kecemasan yang muncul berimbas pada perilaku lain, selain klepto.

"Jadi, mengapa orang lain tidak klepto? Karena orang lain mengalami gangguan beda, jika orang itu ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, maka gangguan atau potensi gangguan itu muncul," ujar Christin.

"Munculnya beda-beda, misalnya OCD, depresi, ada juga yang klepto, dan lainnya," tambahnya.

Penyembuhan

Perilaku klepto bisa disembuhkan atau diobati.

Yakni dengan membawa pasien ke dokter spesialis kejiwaan untuk menanyakan apakah ada obat dari farmakologi yang direkomendasikan untuk dikonsumsi.

Jika seseorang memiliki perilaku klepto, bisa juga dengan mengalihkan rasa kecemasan yang menjadi pemicu sikap mengutil itu.

Pengalihan bisa dengan mengerjakan sesuatu yang menarik atau melakukan hobi.

Sementara itu, lingkungan juga berperan dalam pengobatan atau pengurangan perilaku klepto pada seseorang.

Christin mengatakan, jika ada orang klepto, maka jangan dibiarkan atau dimaklumi.

Tetapi, kita bisa menanyakan kepada penderita, ada masalah apa yang dihadapi, dan tawarkan bantuan, jangan dimaklumi terus.

Sebab, dengan pemakluman ini akan memperparah perilaku klepto, dan orang klepto akan merasa dilindungi. (TribunJateng.com | Inez)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved