BBM

Harga Pertalite Rp 13.150 per Liter Jika Tanpa Subsidi, Pemerintah Maunya Naik Tipis-tipis

Pemerintah sudah memberikan sinyal harga BBM jenis Pertalite akan naik. Harga Pertalite bisa mencapai Rp 13.150 per liter jika tanpa subsidi.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Ign Prayoga
Tribuntangerang.com/Rafzanjani Simanjorang
Pemberitahuan kekosongan stok Pertalite dipasang di sebuah SPBU di Tangerang Selatan, Senin (8/8/2022). Saat ini, pemerintah sedang membahas kemungkinan kenaikan harga Pertalite. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Pemerintah sudah memberikan sinyal harga BBM jenis Pertalite akan naik.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono menggunakan istilah tidak terlalu berat ketika menjelaskan wacana harga Pertalite naik.

"Kalau pun naik, kita akan buat jangan terlalu berat," ujar Susiwojono di Gedung Sarinah, Senin (15/8/2022).

Susiwijono mengatakan perhitungan kenaikan harga BBM masih dilakukan kementerian dan lembaga terkait. "Semua sedang dihitung, kalau naik, nanti kontribusi ke inflasinya berapa, karena (harga BBM) akan mendorong inflasi," kata dia.

Susiwijono menyatakan, jika sampau harga Pertalite naik, hal ini merupakan imbas dari tingginya harga minyak dunia.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan harga BBM (bahan bakar minyak) jika tanpa subsidi pemerintah.

Menurutnya, harga Pertalite bisa mencapai Rp 13.150 per liter jika tanpa subsidi. Saat itu, banderol Pertalite di SPBU adalah Rp 7.650 per liter.

Sedangkan Pertamax, harga keekonomiannya Rp 15.150 per liter.

"Namun kita masih memberikan harga eceran Rp 12.500 per liter," tuturnya dalam konferensi pers, Selasa (16/8/2022), dikutip Warta Kota dari kompas.tv

Airlangga mengklaim harga BBM  di Indonesia juga masih lebih rendah ketimbang di sejumlah negara Asia Tenggara lain.

Menurut data yang dia miliki di Thailand rata-rata harga BBM dipatok Rp 19.500, Vietnam Rp 16.645 per liter, dan Filipina Rp 21.352.

Diberitakan sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan pemerintah tengah melakukan pembahasan terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Pertalite, Selasa (16/8/2022).

Arifin melanjutkan pembahasan dilakukan atau dikoordinasikan di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Lagi dibahas (kenaikan harga Pertalite), masih dikoordinasikan di Pak Airlangga (Menko Perekonomian)," ujarnya dikutip dari Kompas.com, Selasa.

Selain itu pemeritah juga tampaknya sudah mulai mengeluarkan sinyal terkait kenaikan harga BBM.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, harga BBM berpotensi naik, meski tak menyebutkan secara gamblang kapan kenaikan harga tersebut terjadi.

Pasalnya beban subsidi diproyeksikan membengkak hingga Rp 600 triliun pada akhir 2022 karena lonjakan harga energi di tingkat global.

"Rasa-rasanya sih untuk menahan terus dengan harga BBM seperti sekarang, feeling saya sih harus kita siap-siap, kalau katakanlah kenaikan BBM itu terjadi,” kata Bahlil saat konferensi pers Perkembangan Pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kementerian Investasi, Jakarta, Jumat (12/8/2022). [*]

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved