Kesehatan

Perut Makin Buncit, Risiko Diabetes dan Penyakit Kardiovaskular Makin Besar

Perut yang rata bahkan sixpack bukan hanya digandrungi lawan jenis tapi juga lebih sehat.

Pexels/artem-podrez
Perut buncit meningkatkan risiko terjadinya diabetes, Banyak orang tidak sadar dirinya sudah kena penyakit Diabetes Melitus, 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Perut yang rata bahkan sixpack bukan hanya digandrungi lawan jenis tapi juga lebih sehat.

Pasalnya perut yang membuncit menunjukan adanya penumpukan jaringan lemak tubuh. Hal ini ternyata membahayakan kesehatan. 

Secara umum, obesitas adalah masalah kesehatan utama yang ditandai dengan penumpukan lemak tubuh yang berlebihan.

Anggota Dewan Penasihat Nutrisi Herbalife Nutrition Dr. Rimbawan mengatakan setiap kali keseimbangan energi positif  yakni mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dikeluarkan, hal itu akan mengumpulkan sebagai lemak yang juga dikenal sebagai "jaringan adiposa".

"Dimungkinkan untuk mengakumulasi jaringan adiposa di wilayah tubuh mana pun, tetapi justru lemak visceral, disimpan di daerah pinggang, yang merupakan yang paling berbahaya bagi kesehatan," ujar Dr. Rimbawan saat kegiatan penimbangan akhir Program Healty Active Lifestyle (HAL) Challenge 2022 belum lama ini.

Ia menjelaskan, lemak visceral dikenal juga sebagai lemak yang tersembunyi di dalam tubuh.

Lemak visceral yang terletak di dekat hati, pankreas, ginjal dan usus akan bertindak sebagai semacam benda asing.

Hal ini ditafsirkan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai sesuatu yang seharusnya tidak ada di sana.

Dan Ini adalah penyebab paling umum dari diabetes tipe 2, perubahan lemak darah dan hipertensi.

Baca juga: Tips Aman Berpuasa Bagi Penderita Diabetes dan Hipertensi, Bila Ada Larangan Harus Dipatuhi

Baca juga: Penyakit Penyerta Diabetes Melitus Jadi Penyumbang Terbesar Kasus Kematian Covid-19 di Kota Tangsel

Rimbawan mengatakan semua patologi ini dulunya disebut "Sindrom Metabolik," yang bertanggung jawab untuk menurunkan kuantitas dan kualitas hidup.

Selain itu, obesitas visceral juga berkaitan dengan pembentukan batu kandung empedu, hati berlemak, sleep apnea (gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang terhenti sementara), perubahan memori karena usia dan bahkan beberapa kanker.

Kondisi ini juga dapat muncul karena alasan lain, sehingga mengatasi obesitas tidak serta merta mengurangi atau menghilangkan risiko kesehatan.

Ada banyak alat untuk mendiagnosis dan mengukur obesitas visceral, termasuk USG, computed tomography, dan banyak lagi.

Pengukuran yang paling mudah diperoleh adalah lingkar pinggang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved