BUMN

Butuh Amunisi untuk Lawan Mafia Baja Impor, Krakatau Steel Cari Modal Tambahan

Krakatau Steel berencana mencari tambahan modal untuk memperkuat industri baja nasional yang menghadapi tantangan berat akibat impor baja ilegal

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Dok Krakatau Steel
Pabrik Krakatau Steel. BUMN Krakatau Steel akan melakukan right issue untuk menambah modal 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Krakatau Steel dan empat badan usaha milik negara (BUMN) lainnya berencana mencari tambahan modal lewat right issue.

"Jangan dibilang utang, yang namanya aksi korporasi kan macam-macam, apakah menambah modal dari peran pemerintah, penambahan modal dari aksi korporasi pasar, kemitraan strategis, dan lain-lain," ujar Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Jumat (19/8/2022).

Erick Thohir mengatakan, penambahan modal bagi Krakatau Steel diperlukan untuk memperkuat ekosistem industri baja nasional.

Saat ini, sektor baja dalam negeri juga mengalami tantangan berat akibat ulah mafia baja impor ilegal.

"Baja impor ada yang resmi dan ada yang selundupan, ini kan akhirnya enggak bagus buat membangun industri kita," kata dia.

Kondisi pada industri baja itu pula yang mendasari Erick Thohir merombak Krakatau Steel, beberapa waktu lalu. "Itulah, kenapa Krakatau Steel direstrukturisasi, yang delapan tahun berturut-turut rugi sekarang sudah untung Rp 800 miliar," kata Erick Thohir.

Selain Krakatau Steel, BUM yang akan right issue adalah Garuda Indonesia, Bank Tabungan Negara (BTN), Waskita Karya, dan Adhi Karya.

Sebagai informasi, terutama bagi yang belajar saham, right issue adalah Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Baca juga: Inilah 10 Perusahaan yang Punya Budaya Kerja Terbaik, Telkom Satu-satunya BUMN yang Masuk Top Ten

Sesuai aturan, perusahaan-perusahaan yang sudah melantai di bursa saham dapat menerbitkan saham baru. Terkait hal ini, right issue merupakan penawaran umum terbatas untuk saham baru tersebut. Sebelum ditawarkan ke investor baru, saham tersebut lebih dulu ditawarkan kepada investor lama.

Erick Thohir selektif dalam memberikan lampu hijau bagi BUMN untuk melakukan rights issue. Menurutnya, penambahan modal ditujukan bagi BUMN dengan industri yang memiliki prospek dan potensi baik ke depan.

Misalnya BTN yang diberi izin mencari modal tambahan untuk memantapkan fokus menyediakan hunian bagi masyarakat, termasuk generasi muda yang kini menjadi mayoritas penduduk Indonesia.

BUMN, ucap Erick, harus memberikan jalan keluar atas kesulitan generasi muda dalam mendapatkan hunian.

"Mesti ada solusi dong, masa yang kaya-kaya aja dapet rumah, generasi baru kita tidak bisa beli rumah. Makanya kita punya program yang namanya Rumah Milenial di mana kerja sama BTN dan KAI," kata Erick Thohir.

Erick menyampaikan rumah milenial yang berlokasi di sebelah stasiun kereta api menerapkan sistem subsidi silang dengan perbedaan terletak pada kualitas interior seperti jenis dan model toilet hingga plafon.

"Kita sudah lakukan empat proyek yang jadi, kita ingin harus lebih dorong lebih banyak lagi karena kebutuhan rumah hampir satu juta lebih kalau tidak salah. Berarti permodalan harus kuat," ujar Erick Thohir. (Tribunnews.com/Bambang Ismoyo)

 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved