Korupsi

Orangtua Calon Mahasiswa Baru Jadi Tersangka Gara-gara Sogok Rektor Universitas Lampung

Orangtua calon mahasiswa baru, AD, menjadi tersangka gara-gara sogok Rektor Universitas Lampung Prof Karomani.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribunnews/Herudin
Ilustrasi KPK. Komisi pemberantasan korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) korupsi yang dilakukan pejabat Univesitas Lampung yang berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Orangtua calon mahasiswa baru, AD, menjadi tersangka gara-gara sogok Rektor Universitas Lampung Prof Karomani.
 
 Seperti dikutip dari kanal YouTube, Sabtu (21/8/2022), Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengatakan, operasi tangkap tangan (OTT) korupsi Universitas Lampung (Unila) itu dilakukan di tiga tempat yakni Lampung, Bali, dan Bandung.

Dalang korupsi di Unila tersebut yakni Rektor Unila Prof Karomani.

Dalam penangkapan tersebut, KPK meringkus suruhan Prof Karomani inisial MB untuk mengambil titipan uang suap dari orangtua calon mahasiswa di Lampung.

"KRM (Karomani-Red) perintahkan Mualimin untuk hubungi orang tua seleksi yang dinyatakan ingin lulus Simanila," ucap Nurul Ghufron di KPK, Minggu (21/8/2022).

Menurut Nurul Ghufron, orangtua calon mahasiswa inisial AD menghubungi Karomani untuk menyerahkan sejumlah dana.

Dana itu diserahkan sebagai kesepakatan lantaran anaknya lulus seleksi ke Universitas Lampung.

Kemudian Prof Karomani menyuruh MB untuk mengambil uang tersebut di Lampung.

Saat menerima uang senilai Rp150 juta, orang suruhan Karomani bernama Mualamin, diringkus petugas KPK.

"Kemudian Mualamin atas perintah KRM untuk ambil uang titipan Rp150 juta dari AD di Lampung," kata Nurul Ghufron.

Baca juga: Rektor Unila Prof Karomani Diduga Terima Suap Terkait Penerimaan Mahasiswa Baru

Baca juga: Borok Jalur Mandiri Terungkap, Rektor Unila Pasang Tarif Sampai Rp 350 Juta per Mahasiswa

Dari penangkapan itu KPK juga menyita uang lainnya yang diduga hasil suap penerimaan calon mahasiswa baru senilai Rp 603 juta.

Dari uang senilai Rp 603 juta, sebanyak Rp 575 juta sudah dipakai oleh Prof Karomani.

Atas hal tersebut, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus korupsi Unila.

Keempat tersangka yakni Rektor Unila Prof Karomani, Wakil Rektor I Unila Prof Heryandi, Ketua Senat Mahasiswa inisial MB, termasuk orangtua calon mahasiswa AD.

Nurul Ghufron menambahkan, AD dikenakan Pasal 12 huruf a atau 12 huruf b atau Pasal 11 undang-undang 31/1999 jo UU No. 20/2001.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved