Kriminal

Pelaku Penggelapan Uang Pembelian Mobil Dibekuk Satreskrim Polresta Tangerang

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma mengatakan, pelaku penggelapan mobil berinisial A tersebut berusia 38 tahun.

istimewa
Pelaku penggelapan mobil diringkus Satreskrim Polresta Tangerang. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Seorang pria terduga pelaku penggelapan uang pembelian mobil dibekuk Satreskrim Polresta Tangerang.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma mengatakan, pelaku pria berinisial A tersebut berusia 38 tahun.

"Seorang pria berinisial A (38) telah diamankan, diduga sebagai pelaku penggelapan uang hasil pembelian mobil," ujar Raden Romdhon Natakusuma, Rabu (24/8/2022).

Romdhon menjelaskan, penangkapan terhadap A bermula dari laporan warga Desa Jenggot, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang,l M (39) yang menjadi korban penipuan dari A, Kamis (10/12/2021).

Saat itu, M hendak membeli mobil. Kemudian, dia ditawari satu unit mobil oleh A.

Setelah memeriksa kondisi fisik mobil, korban tertarik dan bersedia membeli mobil tersebut.

Saat itu M langsung memberikan uang muka sebesar Rp 50 juta kepada A sebelum penyerahan surat-surat mobil.

Baca juga: Direktur Operasional PT ARI Ditetapkan Sebagai Tersangka Penggelapan Uang Perusahaan Rp37,4 Miliar

Baca juga: Kartika Putri Laporkan 2 Notaris dan 5 Orang Lain Diduga Pelaku Penggelapan Sertifikat Rumah

Barang bukti kasus penggelapan mobil. Pelaku diringkus Satreskrim Polresta Tangerang.
Barang bukti kasus penggelapan mobil. Pelaku diringkus Satreskrim Polresta Tangerang. (istimewa)

Surat-surat kepemilikan mobil atau BPKB baru akan diserahkan A kepada M, setelah biaya pembelian sebesar Rp 91 juta telah dilunasi.

"Beberapa waktu kemudian korban pun melunasi biaya pembelian mobil tersebut."

"Namun setelah itu tersangka justru beralasan BPKB mobil masih berada di bank dan memerlukan waktu kepengurusan selama satu bulan," katanya.

Setelah satu bulan berlalu, BPKB kendaraan itu tidak kunjung diserahkan dan baru diketahui mobil yang dijual tersangka mobil kreditan.

Lantas, korban melayangkan 3 kali somasi terhadap A, tetapi tidak direspon oleh pelaku.

"Oleh karena itu, korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polresta Tangerang, dan setelah diselidiki, serta mengumpulkan alat bukti, pelaku ini akhirnya berhasil kami tangkap," ujarnya.

Akibat perbuatannya tersebut, A ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polresta Tangerang, dengan dijerat Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP.

"Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kami kenakan Pasal 372 dan/atau 378 KUHP, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," kata Raden Romdhon Natakusuma. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved